Curhat Abigail Anggita Vela Tambal Gigi Kena 9 Juta di RS MMC Bagian 1

Abigail Anggita Vela 1

Selamat malam Mas bro dan Mbak sis…

Malam ini Singindo di buat geger oleh status dari seseorang yang bernama Abigail Anggita Vela.

Kekecewaan beliau ditumpahkan melalui account Facebooknya yang intinya mengingatkan kita agar selalu berhati-hati.

Berikut isi curhatnya:

Cuma mau share kejadian apes yang menimpa saya siang ini. This is true story. Feel free kalau mau share, supaya tidak ada korban lagi.

Hari ini saya menjadi korban praktek ‘bisnis’ dokter di RS MMC. Berikut kronologisnya:

Saya buat janji dokter gigi umun di MMC karena urgent, tambalan geraham atas belakang copot dan bolong besar. Saya pilih secara random dokter Ingrid Tandiari di MMC karena tinggal nyebrang dari kantor. Saya janjian jam 11.30. Jam 11.35 saya ditelpon ditanya sudah dimana… wahh saya pikir bagus juga nih RS mau nanyain pasien. Saya sampai jam 11.45 dan langsung bertemu dengan dokter yang sudah agak paruh baya, rambut pendek tapi disasak ala ibu-ibu.

Dokter tanya ada keluhan apa, saya jawab tambalan kiri atas copot. Saya langsung disuruh duduk di kursi tindakan. Saya letakan map plastik berisi form asuransi kantor yang diberikan oleh bagian pendaftaran.

Setelah duduk di kursi tindakan, dokter mulai melakukan prakteknya diawali dengan scaling (which is saya ngga minta), lalu dokter mulai bor sana sini gigi lainnya yg katanya ada bolong juga (which is saya ngga minta). Setelah 45 menit, selesailah semua dan saya diberikan slip pembayaran warna kuning yang ditulis tangan oleh asisten dokter 1 (di ruangan ada 2 asisten dokter, 1 muda 1 agak tua). Tulisannya: 2.000.000 + 7.000.000 = 9.000.000

Asisten 1 membawa saya ke loket kasir khusus asuransi. Disitu saya diminta tunggu dan dipanggil petugas. Saya tanya, ini totalnya brp ya? Kasir jawab 9 juta. Whatttt??? 9 juta. Saya minta rinciannya apa, dia jawab “itu bisa ditanyakan ke petugas di ruangan dokternya bu”. Saya minta disambungkan via telephone, dia jawab “harus langsung bu, kita biasanya ngga lewat telephone”.

Saya langsung ketok ruang dokter, dan bicara dengan asisten 1. Asisten 1 mempersilakan saya masuk biacara dengan dokter. Saya sampikan bahwa saya minta rincian dokter, dokter suruh asisten 1 untuk rinciin dan bilang “ya udah didiskon aja jadi 8 juta”. Heyyyy masih lohhh delapan jutaa.

Karena tidak puas, saya kembali ke kasir dan minta disambungkan ke penanggung jawab rumah sakit. Saya diarahkan ke ruang humas. Disana saya jelaskan kekecewaan saya kepada MMC dan dokter:

  1. Dokter tidak konfirmasi dulu ke saya untuk tindakan, terlebih tidak konfirmasi harga. Mungkin karena dokter berasumsi saya pakai asuransi, maka semua akan dicover asuransi.
  2. Tidak ada standar baku pelayanan di MMC. Aneh sekali dokter “memberi harga” untuk dirinya sendiri dengan tulisan tangan sang asisten, terlebih, harga bisa dicoret coret.
  3. Saya jelas jelas bilang tambalan kiri atas copot. Kenapa dokter malah mengerjakan gigi lain yang katanya bolong kecil-kecil dan malah yang urgent dikerjakan belakangan.
  4. Biaya jasa dokter 2 juta. Hahhhh dokter apa dia hebat banget 2 juta tindakanannya. Dan lagi-lagi MMC tidak memiliki standard baku. Idealnya menurut saya, harga dokter itu online dari komputer di ruang dokter ke kasir. Bukan ditulis tangan.
  5. Tambalan kecil dihargai 1 juta. Ada 5 gigi jadi 5 juta. Scaling 1 juta. Tambalan besar 1,5 juta. Total plus dokter 9,5 juta tapi saya diketok 9 juta.. Helooww buuu, kalo mau tipu-tipu mbok ya hitung dulu..

Singkat cerita humas mengklarifikasi ke dokter dan menyampikan permintaan maaf ke saya. Katanya, dokter mengaku lalai karena tidak menanyakan dulu berapa plafon asuransi saya. Lahhh, jadi kalo plafon saya 50 juta, mau dikuras habis gitu??

Akhirnya, dokter bilang, ya sudah kalo gitu kasih 4 juta saja, jadi ibu nombok sejuta dan plafon asuransi ya. Whattt??? Rumah sakit macam apa ini? Segitu desperate nya kah si dokter cari duitnya?

Abigail Anggita Vela 2

Pelajaran untuk kita semua:

  1. Kalau ke RS pakai asuransi, bilang sama dokternya “Dok, saya memang pake asuransi, tapi tolong jangan digetok”. Krn saya pernah berobat radang tenggorokan di RS lain, biaya dokter hanya 150rb, tapi ada antibiotik yang dikasih seharga 500ribu. Ck ck ck
  2. Pastikan tindakan yang dibutuhkan. Dokter suka cari uang dari pasien asuransi kantor.
  3. Kalau sudah terlanjur dicurangi, hubungi pimpinan RS. Jangan takut kalau kita benar.
  4. Ini pertama dan terakhir kali ke MMC. Tidak akan lagi..!!!

This my real story.
20 april 2015, 11.45 – 13.30
MMC

Baca juga: Curhat Abigail Anggita Vela Tambal Gigi Kena 9 Juta di RS MMC Bagian 2

Top posts:

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Penipuan dan tag , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Curhat Abigail Anggita Vela Tambal Gigi Kena 9 Juta di RS MMC Bagian 1

  1. Ping balik: Curhat Abigail Anggita Vela Tambal Gigi Kena 9 Juta di RS MMC Bagian 2 | Sing Indo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s