Mintalah Selalu Bon di SPBU Agar Tidak Tertipu

Wiwik Sugiarji

Selamat pagi Mas bro dan Mbak sis…

Pagi ini Singindo akan membagikan kisah inspiratif yang diposting oleh seorang sahabat yang bernama Wiwik Sugiarji melalui account Facebook nya tanggal 27 Mei 2015 sekitar pukul 14:36 WIB. Beliau menceritakan tentang pengalamannya saat tertipu oleh oknum petugas pengisian bensin di salah satu SPBU di daerah Bogor.

Wiwik Sugiarji

Mari simak penuturan tengkapnya berikut ini:

MINTALAH BON DI POM BENSIN

Ada yang membuat saya sangat marah sekaligus sedih hari ini.

Tadi (hari Rabu 27 Mei 2015) jam 9.20 WIB saya masuk ke antrean di pom bensin P*rt*m*n* di Jl Baru, Bogor.

Cukup banyak antrean sehingga memerlukan salah seorang petugas pom tersebut mengatur mobil kami agar tidak macet sampai ke jalan raya.

Saya diarahkan ke sebelah kiri.

Saya buka jendela mobil dan bertanya “Mas tangki bensin saya ada di sebelah kiri, bagaimana apakah bisa?”.

“Bisa bu, selang kami panjang”, katanya.

Waktu tiba giliran mobilku, saya diminta maju kedepan dan nyerong ke kanan.

Sambil membuka jendela saya berikan uang Rp 200.000 dan berkata, “Mbak 15 liter ya”.

Saya bersiap turun dan akan menutup jendela dan mematikan mesin, eh tiba-tiba 2 orang wanita yang menjajakan minuman “bertengger” kepalanya di bingkai jendela mobilku yang masih terbuka, yang menghalangiku untuk turun.

Mereka langsung memberondong dengan bujukan untuk membeli produk minumannya dan sedikit memaksa untuk membeli.

Saya tolak karena saya memang tidak pernah membeli minuman seperti itu.

Baru saja saya selesai bicara sama “sales girl” itu, si mbak petugas pom sudah menghampiri saya dan bilang, “Bu sudah bu”. Dia langsung berkata, “Ibu ada uang seribu rupiah?”. Ada kata saya sembari memberikan uang seribu rupiah dan dia memberikanku uang 90 ribu.

Sales girls yang lainnya langsung memberikanku aba-aba untuk segera menjauh karena antrian sudah panjang (lagi).

Saya bilang, “Minta bon nya mbak”, dia menolak dengan pura-pura tidak mendengar.

Saya teriak, “Mbak tolong minta bon nya”. Temannya yang lain kembali memperingatkanku bahwa antrian semakin panjang.

Saya tidak peduli karena firasat saya tidak enak setelah saya melihat garis penunjuk bensin di mobilku sepertinya tidak menunjukkan bensin diisi 15 liter.

Si petugas tadi memberiku bon dan temannya memanduku untuk secepatnya keluar dari pom bensin itu.

Saya memang pergi dari situ tapi tidak ke jalan raya dan meneruskan perjalanan.

Saya meminggirkan mobilku di depan tempat mengisi angin, lalu meneliti bon yang diberikan.

Saya marah dan sedih saat saya melihat di bon itu bukan tertulis 15 liter tetapi 13.51 liter dan jumlah rupiah 100 ribu.

Berarti dia MEMBOHONGI saya.

Ada 1.49 liter bukan hak nya yang dia ambil !

Saya geram sekali. Saya jadi berprasangka buruk.

Jika dalam sehari ada ratusan konsumen yang tidak perhatian (terutama kaum pria, biasanya konon katanya mereka bahkan tidak memeriksa uang kembalian)

Saya berjalan cepat menghampiri mbak yang tadi melayani saya.
Salah seorang sales minuman berteriak spontan, “Nah loh si ibu datang lagi!”.

Saya datangi mbak tersebut, dia terkejut sekali melihat saya.
“Mbak tadi berapa ya ngisi bensin mobil saya?”. “Oh saya salah ya bu” katanya cepat gelagapan. ” Saya salah ngasih kembalian ya bu?”. Bukan salah ngasih kembalian, mbak membohongi saya. Mbak bilang jumlah pembelian saya Rp.111.000 dengan jumlah bensin 15 liter sesuai permintaan saya, padahal di bon tertulis Rp. 100.000 dengan pembelian 13.51 liter.
Kenapa mbak seperti ini…? Kalau sehari disini ada 100 orang yang mbak perlakukan seperti saya maka berapa uang haram yang mbak ambil?”.

Mobil yang ngantri makin panjang. Mereka membunyikan klakson. Mereka tidak tahu apa yang terjadi.

Dan saya pun minta untuk bertemu dengan pimpinan pom bensin tersebut.

Ini bukan masalah uang Rp 9.000 hak saya yang dia korupsi tapi lebih kepada moral yang harus segera diperbaiki.

Saya ingin memulainya dari diri sendiri.

Saya ingin memberitahunya tidak nanti atau besok.

Lalu saya bertanya siapa namanya. Dengan gemetar dia menunjukkan nama yang tertera di dadanya, DA, itu inisial namanya.

Sebenarnya saya kasihan padanya. Tetapi mengapa dia berbuat buruk seperti itu? toh dia sendiri yang akan rugi dunia akhirat.

Entah mengapa dia melakukan itu.

Hanya dia saja atau semua petugas disitu yang berpraktek seperti itu ? Apakah para penjual minuman yang berada di situ juga bekerja sama untuk menghalangi pembeli tidak fokus memperhatikan meteran. ..? Wallahu a’lam.
Jadi berprasangka buruk saya. Astagfirullah…

Saya berjalan menuju ruang pimpinan, tapi dihadang seseorang yang berseragam safari coklat. Katanya cukup sama dia saja. Dan bertanya ada masalah apa?

Saat kuceritakan wajahnya datar saja seperti tidak terjadi apa-apa, bahkan dia bertanya, “Sudah clear kan bu? uang ibu sudah dikembalikan Dini…?”.

Emosi saya yang tadinya saya tahan langsung meledak. Saya katakan kepadanya, sudah parah sekali akhlak kalian, bukannya karyawan dipanggil lalu diperingatkan dan meminta maaf sama saya tapi malah menganggap gampang semua masalah.

Bapak tersebut memerah wajahnya mendengar nada suaraku yang meninggi, lalu dia meminta maaf dan berjanji untuk memperingatkan si DA itu.

Selama ini saya juga pernah baca sepintas status teman FB tentang hal seperti yang saya alami ini, saat itu belum terbayang suatu saat saya (WS) akan benar-benar mengalaminya.

Dalam hati, saya berterimakasih kepada teman FB yang dulu pernah berbagi karena dengan begitu saya jadi waspada.

Maka sahabatku, mintalah selalu bon pembelian untuk cek dan ricek antara pembayaran dan jumlah bensin yang sesungguhnya.

Sebenarnya Wiwik Sugiarji juga pernah membaca sepintas status teman FB-nya tentang hal seperti ini. Dia pun tidak menyangka bahwa kejadian ini juga menimpa nya.

Oleh karena itu Wiwik Sugiarji berpesan kepada banyak orang untuk selalu meminta bon pembelian agar kita bisa cek silang antara jumlah pembayaran dengan bensin yang kita terima.

Yang pernah membaca saja seperti Wiwik Sugiarji masih bisa mengalami hal tersebut apalagi yang tidak pernah?

Oleh karena itu bagikan kisah ini kepada orang-orang yang anda kasihi agar orang yang anda kasihi tidak tertipu.

Semoga bermanfaat.

Top Posts:

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Penipuan dan tag , , . Tandai permalink.

50 Balasan ke Mintalah Selalu Bon di SPBU Agar Tidak Tertipu

  1. Red Camels Bike berkata:

    Sudahlah hidup susah malah mencari masalah ahh dasar rakyat jelata yang haus harta.
    gak usah dikasihani pegawai jenis penipu begitu, adanya punishment sebagai efek jera buat para pelaku penipuan dan yg lainnya 😀

    Diservis dg buruk saja, saya mah langsung tindak tegas pegawainya apalagi ditipu bisa panjang ratusan mil urusannya sama saya :mrgreen:

    Suka

  2. Anonim berkata:

    Isi nya Premium sih, coba Pertamax ! Mobil gitu lho.

    Suka

  3. wtf170 berkata:

    premium ya….hmmm
    ….
    kalo itu saya…dah panjang itu urusan….apalagi mau komplen malah d halangi ….siap2 masuk suara komsumen…

    Suka

  4. Azis Karim berkata:

    Wahh..baru tau saya, untung spbu disini gak kayak gitu. Soalnya sepi jadi gampang liat meterannya 😀

    Suka

  5. dewitya berkata:

    thanks gan tipsnya

    Suka

  6. Ping balik: Mobil Tetangga Menutupi Rumah Orang Lain | The Green Blog

  7. Ping balik: Stiker Keluarga di Mobil Itu Berbahaya | The Green Blog

  8. Ping balik: Trik Mencampur Bensin yang Aman | The Green Blog

  9. Ping balik: Kawasaki Ninja 150RR Special Edition 2014 | The Green Blog

  10. Ping balik: Cara Menghitung Pajak Progresif Kendaraan Bermotor | The Green Blog

  11. Ping balik: Alasan Memilih Kawasaki Ninja 150 L di tahun 2013 | The Green Blog

  12. Ping balik: Nasib Kawasaki Ninja 150 Setelah Muncul Kawasaki Ninja RR Mono | The Green Blog

  13. Ping balik: Kawasaki D-Tracker 150 Rp 26,4 Juta OTR Jakarta dan Warna Baru | The Green Blog

  14. Ping balik: Mengapa Harga Mobil di Batam Lebih Murah? | The Green Blog

  15. Ping balik: Komparasi Fisik Kawasaki Ninja 150 Series 5 Tahun Terakhir | The Green Blog

  16. Ping balik: Cara Menghitung Pajak Kendaraan Bermotor | The Green Blog

  17. Ping balik: Tahun 2015 Biaya Buat SIM A, B, dan C Naik Antara 150% Hingga 275% | The Green Blog

  18. Ping balik: Haruskah Mobil Selalu Mengalah dengan Motor dalam Kecelakaan Lalu Lintas? | The Green Blog

  19. Ping balik: Salah Kaprah Penggunaan Lampu Hazard | The Green Blog

  20. Ping balik: Fungsi Utama Rear Grip Pada Sepeda Motor | The Green Blog

  21. Ping balik: Perbedaan BBM Jenis Premium, Pertamax dan Pertamax Plus | The Green Blog

  22. Ping balik: Komparasi Value Motor Sport Rentang Harga Rp 28jt – 62jt | The Green Blog

  23. Ping balik: Picture Gallery Kawasaki Ninja 150 R dan Ninja 150 SS di Jakarta Fair Kemayoran 2014 | The Green Blog

  24. Ping balik: Daftar Harga Resmi Yamaha YZF R15 April 2014 Cash dan Simulasi Kredit | The Green Blog

  25. Ping balik: Bensin yang Cocok untuk Kendaraan Anda | The Green Blog

  26. Ping balik: Cara Bayar Pajak Kendaraan 5 Tahunan dan Cek Fisiknya | The Green Blog

  27. Ping balik: Wisata Kuliner Legendaris Kota Sukabumi | The Green Blog

  28. Ping balik: Model Cantik dan Seksi di Booth Honda – Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2014 | The Green Blog

  29. Ping balik: Cara Makan Sushi Yang Baik dan Benar | The Green Blog

  30. Ping balik: Ada Apa di Tahun 2015? Yang Udah Pasti Pajak Progresif Kendaraan Bermotor Bakalan Naik! | The Green Blog

  31. Ping balik: Teknologi SKYACTIV Mazda | The Green Blog

  32. Ping balik: Nasi Bebek Haji Isa, Pedasnya Sampai ke Ubun-ubun | The Green Blog

  33. Ping balik: Perbedaan Blok 1855 dengan 1878 pada Kawasaki Ninja 150 | The Green Blog

  34. Ping balik: Beberapa Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Membeli Kendaraan Baru | The Green Blog

  35. Ping balik: Alasan Memilih Canon Lens EF 75-300mm F4-5.6 III USM Ultrasonic | The Green Blog

  36. Ping balik: Manfaat Engine Flush dan Waktu yang Tepat Untuk Menggunakannya | The Green Blog

  37. Ping balik: Pamela Safitri Personel Duo Serigala Pamer Foto Topless di Instagram | The Green Blog

  38. frezcia berkata:

    wah wah…..bahaya

    Suka

  39. Anonim berkata:

    ah si ibu pelit

    Suka

  40. Ping balik: Kawasaki Z250SL Sang Destroyer Motorcycle Market in Indonesia | The Green Blog

  41. Ping balik: Spesifikasi dan Picture Gallery Kawasaki Z250SL di Jakarta Fair Kemayoran 2014 | The Green Blog

  42. Ping balik: Kawasaki Ninja 150 R Standard Exhaust Sound | The Green Blog

  43. Ping balik: Mitos Menghemat Bensin | The Green Blog

  44. agus berkata:

    2 Kali saya di kibulin petugas spbu yg pertama takarn tekor yg kedua bengsin blum masuk ke tengki mesin operator nyala aneh sempet komplen…udah tekor isi pertamax malah di kibulin hahaha

    Suka

  45. bejo berkata:

    .
    biasanya oknum nakal mengincar pengemudi yg lengah tidak melihat layar bensinnya.
    belum lagi gaya nyemprot angin sehingga tangki bensin dimasukin angin, bukan bensin.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s