Beberapa Produk Indonesia Dilarang Beredar di Singapore Gara-gara Kabut Asap

Beberapa Produk Indonesia Dilarang Beredar di Singapore Gara-gara Kabut Asap

Selamat sore Mas bro dan Mbak sis…

Siang tadi selepas lunch Singindo mampir ke NTUC FairPrice untuk membeli tissue yang stocknya mulai menipis.

Sesampainya di NTUC FairPrice kok tissue Paseo yang biasa Singindo beli gak ada di raknya.

Karena penasaran akhirnya Singindo mencoba untuk keliling NTUC FairPrice sambil berharap menemukan tissue Paseo yang memang favorite Singindo.

Lagi pula memakai produk Indonesia di Luar Negeri memiliki kebanggan tersendiri loh.

Singkat kata Singindo tidak menemukan tissue Paseo di NTUC FairPrice terdekat dengan kantor di daerah Buona Vista.

Akhirnya Singindo menanyakan keberadaan tissue Paseo kepada petugas NTUC FairPrice.

Alangkah kagetnya saat petugas tersebut memberitahukan bahwa jaringan supermarket terbesar di Singapura, NTUC FairPrice menarik tisu dan produk lain buatan perusahaan asal Indonesia, Asia Pulp & Paper, menyusul terjadinya kabut asap yang melanda negeri jiran itu.

Menurut petugas itu pula Singapore Environment Council menilai Asia Pulp & Paper bertanggung jawab atas kebakaran hutan serta kabut asap yang “menyiksa” banyak negara tetangga.

Atas kejadian kabut asap, NTUC FairPrice menarik seluruh produk Asia Pulp & Paper pada hari Rabu 7 Oktober 2015.

Seruan Singapore Environment Council langsung ditaati oleh beberapa jaringan ritel besar Singapore seperti NTUC FairPrice, Sheng Siong dan Prime Supermarket langsung menurunkan tissue Paseo yang merupakan merek dagang APP dari rak mereka.

Sementara Dairy Farm Group yang membawahi jaringan Guardian, 7-Eleven, Cold Storage dan Giant hanya akan menghabiskan stok mereka, lalu menghentikan pasokan setelahnya.

Bukan hanya Paseo yang kena boikot tetapi juga produk tissue produksi Asia Pulp & Paper seperti Nice, Jolly, Livi dan Toply.

Nah kalau sudah seperti ini repot khan? Bagaimana kalau langkah Singapore ini juga diikuti beberapa negara yang tekena dampak kabut asap seperti Malaysia dan Thailand? Atau negara-negara lain yang concern dengan masalah lingkungan hidup? Khan yang susah Indonesia sendiri. Jadi lain kali kalau mau bakar hutan harus mikir-mikir dulu ya jangan asal main bakar aja. Belum lagi rakyat Indonesia sendiri yang kesal karena kabut asap dan ikut memboikot produk-produk dari Asia Pulp & Paper… jadi rugi luar dalam khan?

Top Posts:

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Ekonomi dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

22 Balasan ke Beberapa Produk Indonesia Dilarang Beredar di Singapore Gara-gara Kabut Asap

  1. orong-orong berkata:

    wahahahaha sabotase

    Suka

  2. alrisblog berkata:

    Kita balas lagi dengan mengirimkan asap makin banyak, hehehe…

    Suka

  3. warungasep berkata:

    bagus setuju wkwkwkw

    Suka

  4. Kang ari berkata:

    woh pantes komentar sampeyan kena spam, sudah lolos

    Suka

  5. Ping balik: Sindo Ferry Schedule 2015 | Sing Indo

  6. Ping balik: Grand Opening Lombok Epicentrum Mall Hadirkan Syahrini | Sing Indo

  7. Ping balik: Persib Bandung Juara Piala Presiden 2015 Setelah Menaklukkan Sriwijaya FC | Sing Indo

  8. Ping balik: Wahai Pemilik Mobil Toyota Camry B 1184 FAB… Kalau Saldo e-Toll Card Tidak Cukup Jangan Masuk Gerbang Tol Otomatis Dong! | Sing Indo

  9. Ping balik: Pesan dari Chanee Kalaweit Kepada Jokowi Terkait Kabut Asap | Sing Indo

  10. Ping balik: Taksi Express B 1698 KTH Ditembak Pengemudi Land Cruiser B 1 WTO di Mampang | Sing Indo

  11. Ping balik: Terbang Sejauh 561 Miles Untuk Bertemu Ibu Setelah Melihat Video Ini | Sing Indo

  12. Ping balik: Gara-gara Selfie dengan Setya Novanto dan Fadli Zon, Akhirnya Donald Trump Kalah Telak | Sing Indo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s