Urus Sertifikat di DKI Jakarta Hanya Rp 50 Ribu, Slogan Kalau Bisa Dipersulit Kenapa Dipermudah Sudah Tidak Berlaku

Urus Sertifikat di DKI Jakarta Hanya Rp 50 Ribu, Slogan Kalau Bisa Dipersulit Kenapa Dipermudah Sudah Tidak Berlaku 1

Selamat pagi Mas bro dan Mbak sis…

Seorang warga Jakarta berinisial SK terkaget-kaget dengan perubahan pelayanan publik yang terjadi di Provinsi DKI Jakarta. Bahkan SK tak menyangka bisa mengurus dokumen berharga jauh lebih cepat tanpa pungli.

SK menceritakannya di jejaring sosial Facebook. Berikut isi tulisannya…

Setelah memberanikan diri untuk coba mengurus sendiri, saya mengalami sendiri perubahan yang terjadi di kota kita tercinta, Jakarta. Ternyata satu orang juga bisa membuat perubahan yang besar. Saya sudah coba menanyakan ke notaris untuk peningkatan hak sertifikat hak guna bangunan menjadi hak milik dikenakan biaya 2 juta. Berbekal informasi dari website, saya lengkapi semua persyaratannya dan menuju kantor Badan Pertanahan Nasional Jakarta Barat di Puri Permata. Satu hal yang saya khawatirkan ketika mengurus sesuatu di ‘kantor pemerintah’ yaitu lama, bertele-tele, biaya ini itu dan diskriminasi untuk warga minoritas. Sudah terbayang slogan ‘kalo bisa dipersulit kenapa harus dipermudah’ supaya bisa minta ‘biaya jasa’ mengurus. Tapi semua kekhawatiran itu ternyata hilang semua ketika tiba di kantor Badan Pertanahan Nasional. Lama pengurusan cuma 7 hari, begitu semua persyaratan diserahkan, saya langsug diberikan tanda terima. Tidak ada sama sekali ‘indikasi’ untuk mempersulit, bahkan untuk saya warga keturunan. Ternyata banyak juga ‘wajah putih’ seperti saya yang sekarang berani mengurus semua sendiri. Dan yang paling mengagetkan saya adalah biayanya ‘CUMA 50 RIBU’. Saya sampai bertanya lagi, cuma 50 ribu pak? Saya harus keluarin biaya apalagi sampai selesai sertifikat saya ditingkatkan haknya? Tapi ternyata memang cuma 50 ribu TOK…

Urus Sertifikat di DKI Jakarta Hanya Rp 50 Ribu, Slogan Kalau Bisa Dipersulit Kenapa Dipermudah Sudah Tidak Berlaku 2

Satu minggu kemudian, sertifikat saya selesai. Waktu mengambil saya sudah menyiapkan ‘tip’, tapi tenyata dikasih pun mereka tidak mau… WOOOWWW.. Terima kasih pak Ahok. Baru di Jakarta ini saja yang seperti ini…

Sebagai tambahan, saya lupa memberitahukan bahwa sebelumnya saya ke PTSP Kecamatan dan tanah saya diukur, biayanya ‘CUMA 12 RIBU’

Postingan SK banyak menuai komentar salah satunya adalah komentar dari seseorang berinisial GP. Berikut isi komentarnya:

Selamat pagi Pak, terima kasih sudah di confirm menjadi teman… Saya ingin melakukan beberapa klarifikasi, apresiasi dan pertanyaan terkait postingan Bapak mengenai pelayanan di Kantor Pertanahan Jakarta Barat (saya gak bisa comment di posting tersebut):

  1. Saya mengapresiasi postingan Bapak terkait pelayanan prima disalah satu kantor pertanahan kami di DKI Jakarta… Ini menjadi bukti bahwa reformasi birokrasi telah berjalan dan menuju arah yang lebih baik serta telah menjalankan instruksi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN terkait program quick wins dan program 70-70 di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN.
  2. Kantor Pertanahan Jakarta Selatan merupakan instansi vertikal dibawah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN… Kantor Pertanahan Jakarta Barat (dan kantor pertanahan lainnya) TIDAK berada dibawah Pemda namun berkerja bersama Pemda… Jadi saya mempertanyakan pernyataan Bapak mengenai ‘terima kasih ahok’ terkait baiknya pelayanan di Kantor Pertanahan Jakarta Barat tersebut karena itu merupakan instruksi langsung dari Menteri/Kepala BPN terkait poin 1 diatas. Semoga Bapak bisa kasih klarifikasinya.
  3. Terkait pelayanan pengukuran di PTSP yang hanya 12 ribu, saya ingin menanyakan siapakah yang melakukan pengukuran? Slip bukti pembayarannya berlogo BPN atau PTSP? Karena sepengetahuan saya PNBP untuk pengukuran tidak segitu.

Terima kasih atas klarifikasi yang dilakukan.

Setelah merangkum semua komentar yang masuk akhirnya SK mengupdate postingan diatas dan menambahkannya seperti tulisan dibawah ini.

UPDATED :

Berdasarkan info dari rekan-rekan yang bekerja di BPN bahwa BPN tidak berada di bawah Pak Ahok. Saya pikir di bawah Pak Ahok karena di PTSP Kecamatan ada mencakup BPN juga. Seperti yang saya share di bagian awal, saya juga mengapresiasi dan memuji kerja cepat dan profesional BPN (7 hari kerja dan biaya cm 50 ribu). Yang saya berikan kredit kepada Pak Ahok adalah beliau menularkan virus malu dan takut untuk korupsi (saya berterima kasih kepada beliau karena aparat sekarang, BPN atau Kecamatan dikasih uang tip pun tidak mau). Reformasi birokrasi itu terasa sekali, saya juga merasakannya di kantor Kelurahan dan Kecamatan. Dan itu terbukti karena menurut rekan-rekan di kota lain (yang mengurus hal yang serupa) yang menshare posting ini mereka masih mengalami hambatan dan menjumpai oknum-oknum (sejauh mana kebenarannya, saya tidak bisa memastikannya tapi)… mereka juga bermimpi suatu hari di daerah lain pun seperti ini…

Wow luar biasa ya Bro… ternyata reformasi birokrasi berjalan dengan baik di Jakarta… slogan kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah sekarang sudah tinggal kenangan… Bagaimana dengan daerah lain? Ikutan yuk…

Top Posts:

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Teladan dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

16 Balasan ke Urus Sertifikat di DKI Jakarta Hanya Rp 50 Ribu, Slogan Kalau Bisa Dipersulit Kenapa Dipermudah Sudah Tidak Berlaku

  1. Bapak'e Salma berkata:

    mantap, semoga menyusul di daerah lain.

    Suka

  2. Kamen Reblog berkata:

    sempet ragu dengan reformasi birokrasi tapi kalau ternyata bisa sepert itu. salut untuk semua pihak yang terlibat, semoga terus diperbaiki pelayanan publiknya.

    Suka

  3. Sensasiku berkata:

    Murah ya, tapi kenyataan dilapangan kadang berbeda

    Suka

  4. Ping balik: Kalau Sayang Sama Pacar Sebaiknya Lengkapi Dia dengan Jas Hujan yang Baik. Kalau Enggak Ya Gitu Deh… | Sing Indo

  5. andhi_125 berkata:

    murah, pake bingits
    kalau transparan semua sih, bisa hilang tuh biaya siluman yang justru lebih gede dari biaya pokoknya 👿

    Suka

  6. Ping balik: Lebih Dekat dengan Lamborghini Huracan di EM Auto Jalan Yos Sudarso Batam | Sing Indo

  7. Ping balik: Setya Novanto Mundur Teratur | Sing Indo

  8. Ping balik: RSUP Singkatan dari Rumah Sakit Umum Polandia? | Sing Indo

  9. Ping balik: Di Gambar Kasir Indomaret Cantik Ini Ada Berapa Perbedaan? | Sing Indo

  10. Tony Pu'un berkata:

    om persyaratannya apa aja ya?

    Suka

  11. ima berkata:

    persyaratan nya pake no girik ngk
    klw ngk ada no girik bisa tidak

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s