Nah Lho, Menkumham Cabut SK Munas Ancol Namun Tidak Mengakui Munas Bali

Drama sengkarut Partai Golkar sepertinya belum akan usai meski tahun 2016 akan dijelang sekitar 2 jam lagi. Siang tadi Menteri Hukum & HAM (Menkumham) RI Yasonna H. Laoly memutuskan mencabut SK Menkumham RI yang mengesahkan kepengurusan hasil Munas Ancol yang diketuai oleh Agung Laksono. Namun di sisi yang lain Menkumham tidak menerbitkan SK kepengurusan hasil Munas Bali yang dipimpin oleh Aburizal Bakrie. Dengan kata lain, saat ini terjadi vacuum of authority di tubuh Partai Golkar, dikarenakan masa bakti Munas Riau 2009 akan selesai hari ini, 31 Desember 2015.

279613_08190801042015_golkar

Ilustrasi, sumber: internet.

Jurnalis tribunnews Edwin Firdaus melaporkan bahwa Menkumham memang tidak menerbitkan SK kubu Aburizal Bakrie dikarenakan putusan Mahkamah Agung (MA) memang tidak memerintahkan hal tersebut.

“Belum (terbitkan SK kubu Ical) karena MA tentang Keputusan TUN, tidak memerintahkan kami untuk mengesahkan yang lain, perintahnya hanya mencabut,” kata Yasonna dikonfirmasi melalui pesan singkatnya, Kamis (31/12/2015).

MA sebelumnya telah mengabulkan permohonan Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie terkait sengketa kepengurusan dengan memutuskan kepengurusan Golkar yang sah adalah hasil Munas Riau. Majelis Hakim diketuai Dr Imam Soebchi dengan anggota Dr Irfan Machmudin dan Supandi. Pada amar putusannya MA membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta (PTTUN) dan menguatkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

Sesuai dengan UU Partai Politik yang berlaku, partai politik (parpol) yang sah adalah yang mendapat pengakuan pemerintah melalui keputusan Menkumham. Kondisi yang dihadapi Partai Golkar per 1 Januari 2016 adalah kepengurusan lama berakhir dan belum ada kepengurusan baru yang diakui pemerintah—baik yang dihasilkan melalui Munas Ancol ataupun Munas Bali. Jika tidak segera diakui dikhawatirkan akan merembet ke struktur kepengurusan partai yang berada di daerah daerah.

Apa solusi bagi Partai Golkar dengan adanya kondisi seperti ini? Menurut pendapat seorang pakar politik yang enggak disebutkan identitasnya pihak yang berseteru harus melakukan rekonsiliasi.

Ketika dihubungi Singindo pakar tersebut mengatakan “Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) adalah satu satunya jalan keluar bagi Partai Golkar. Kedua belah pihak harus duduk bersama untuk menentukan masa depan partai, itu lebih baik daripada terus ribut”, ujarnya.

Top Posts:

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Politik dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

12 Balasan ke Nah Lho, Menkumham Cabut SK Munas Ancol Namun Tidak Mengakui Munas Bali

  1. alrisblog berkata:

    sabodo teuing gan, tangkal eta lobak jurig, sien wkwkwk…

    Suka

  2. adityaprad berkata:

    sak karepe wae 😀

    Suka

  3. Ping balik: Obrolan 2 Putra Jokowi Yang Ramai Dibicarakan Netizen Menjelang Perhatian Tahun | Sing Indo

  4. Ping balik: 6 Perbedaan Orang Kaya Beneran Dengan Orang Sok Kaya | Sing Indo

  5. Ping balik: Foto Perdana Presiden Jokowi Tahun 2016; Akankah Menjadi Trend Baru? | Sing Indo

  6. Ping balik: Inilah Surat Menkumham Terkait Kisruh Golkar | Sing Indo

  7. Ping balik: Para Artis Cantik Ini Lakukan Operasi Pengencangan Bokong Biar Makin Cantik | Sing Indo

  8. Ping balik: Pengalaman Perpanjang Passport di Singapore | Sing Indo

  9. Ping balik: Ada Spanduk Ancaman Kepada TNI-Polri di Samarinda! | Sing Indo

  10. Ping balik: Dipuji Bloomberg; Jokowi Adalah Pengamat Canggih Peristiwa Internasional, Jauh Berbeda Dari SBY | Sing Indo

  11. Ping balik: Seorang Polisi Di Batam Bonyok Dikeroyok Belasan Sopir Angkot | Sing Indo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s