Batalkan Transaksi Sepihak, Kemendag Akan Cabut Izin Usaha Dan Denda Lazada 2 Miliar

Batalkan Transaksi Sepihak, Kemendag Akan Cabut Izin Usaha Dan Denda Lazada 2 Miliar

Bisnis online diawal tahun 2016 dikejutkan dengan pernyataan resmi Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan Widodo mengatakan Achmad Supardi telah menjadi korban dari situs ecommerce Lazada. Ia mengatakan Achmad Supardi sebagai korban bisa melaporkan kasus ini kepada Kementerian Perdagangan.

Situs online shop Lazada diduga telah melakukan pelanggaran terhadap Undang Undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999. Menurut Widodo sebagaimana laporan jurnalis Investor Daily Ridho Syukro, Lazada ditengarai telah melanggar UU Perlindangan Konsumen pasal 9, 10 dan 16 dan akan dan dikenakan sanksi sesuai pasal 62 dan 63.

Sanksinya berupa pelaku usaha yang melanggar ketentuan sebagaimana yang dimaksud pasal 9 dan pasal 10, maka dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2 miliar.

Pelaku usaha yang melanggar ketentuan sebagaimana yang dimaksud pasal 16, dipidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.

Sementara Pasal 63 berbunyi, pelaku usaha bisa dicabut izin usahanya.

Isi dari pasal 9 adalah pelaku usaha dilarang menawarkan, memproduksikan atau mengiklankan suatu barang dan jasa secara tidak benar, atau seolah olah barang tersebut telah memenuhi potongan harga, harga khusus, standar mutu, barang tersebut dalam keadaan baik, barang dan jasa tersebut telah mendapatkan sponsor atau persetujuan, menggunakan kata kata berlebihan seperti, aman, murah serta menawarkan sesuatu yang belum pasti.

Isi dari pasal 10 adalah pelaku usaha dalam menawarkan barang atau jasa yang ditujukan untuk diperdagangkan dilarang menawarkan, mempromosikan, atau membuat pernyataan tidak benar atau menyesatkan mengenai harga atau tarif, kegunaan suatu barang, tawaran potongan harga dan hadiah yang menarik.

Dan isi pasal 16 adalah pelaku usaha dalam menawarkan barang atau jasa melalui pesanan dilarang untuk tidak menepati pesanan atau kesepakatan waktu penyelesaian dan tidak menepati janji.

” Konsumen mempunyai haknya dan dilindungi,” ujar Widodo kepada Investor Daily, di Jakarta, Minggu (3/1).

Widodo mengatakan konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan jasa yang tersedia dalam masyarakat baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga atau orang lain.

Sementara perlindungan konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberikan perlindungan kepada konsumen.

” Indonesia adalah negara hukum dan jika ada yang melanggar ada sanksinya,” ujar dia.

Batalkan Transaksi Sepihak, Kemendag Akan Cabut Izin Usaha Dan Denda Lazada 2 Miliar

Seperti diketahui, Achmad Supardi merupakan korban yang dirugikan Lazada, Achmad Supardi membuat pengakuan bahwa Lazada sudah membatalkan secara sepihak transaksi yang sudah dibayar lunas konsumen dan mengembalikan dana konsumen tersebut dalam bentuk voucher belanja yang hanya bisa dibelanjakan di Lazada.

Achmad membeli 1 unit sepeda motor honda vario dan 3 unit sepeda motor Honda Revo pada 12 Desember 2015 di Lazada, 3 unit Honda Revo dibeli dengan harga masing masing Rp 500 ribu dengan total Rp 1.500.000, sementara Honda Revo dibeli dengan harga Rp 2.700.000 untuk pembelian cash on the road, harga pada situs Lazada adalah harga sepeda motor secara cash on the road bukan kredit, dan angka tersebut bukan angka uang muka, dan Achmad mengira harga murah bagian dari promosi gila gilaan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), dan ia sudah melakukan pembayaran transfer melalui ATM BCA, transaksi sah dan dikonfirmasi Lazada.

Pada 14 Desember 2015, Achmad kembali membuka situs Lazada dengan tampilan sama namun sudah ada bagian tambahan bahwa harga motor sudah merupakan harga kredit, di tanggal yang sama, ia ditelepon pihak Honda Angsana yang merupakan tenant sepeda motor Lazada, staf Angsana menanyakan apakah sepeda motor dibeli secara kredit, Achmad menjelaskan sepeda motor dibeli secara cash on the road, pihak Angsana menelepon hingga dua kali.

Dua hari kemudian, Achmad mengecek status transaksi di Lazada dan ia terkejut karena transaksi yang dikonfirmasi dan tinggal menunggu pengiriman ternyata berubah menjadi ditolak dan ditutup oleh Lazada. Secara sepihak Lazada memproses refund dengan memberikan voucher belanja sesuai jumlah uang yang dibelanjakan untuk membeli 4 unit sepeda motor dan mengganti dana dengan 2 voucher sebesar Rp 4,2 juta.

Achmad mengaku kecewa, karena voucher tidak bisa diuangkan, sebagai konsumen ia meminta Lazada meminta maaf, dan sebagai perusahaan besar tidak selayaknya memperlakukan konsumen dengan tidak terhormat.

Top Posts:

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Hukum dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

12 Balasan ke Batalkan Transaksi Sepihak, Kemendag Akan Cabut Izin Usaha Dan Denda Lazada 2 Miliar

  1. mariodevan berkata:

    mtor sharga 500rbu??onok2 ae…. ksalahan sistem itu mah

    Suka

  2. FЭЯY berkata:

    Ga bakalan di cabut kek nya,asal wani piro,wani po ora 😂

    Suka

  3. nendangbanget berkata:

    lah jebule motor harga 500 ribu itu mah gak masuk akal keleus. wkwkwk

    Suka

  4. handoyo25 berkata:

    Menghadapi kasus yg public expose-nya besar spt malah seharusnya Lazada nggak perlu ngeles atau ngumpet, tampil jujur aja kalo memang salah, berikan kompensasi yg pantas bagi konsumen, lalu bikin ekspos balik atas “kejantanan” itu, yakin deh popularitas Lazada malah makin naik.

    Disukai oleh 1 orang

  5. yht2506 berkata:

    ayo lazada…tunjukkan kejantananmuuu….

    Suka

  6. alrisblog berkata:

    untung kemaren saya beli mesin serut kayu di bukalapak, lima hari barang sudah diterima di kampung saya di Sumbar sana.

    Suka

  7. petirabang berkata:

    Yaah…. Logika aja dah… Masa motor 500 rb??

    Suka

  8. YTH DIREKTUR UTAMA LAZADA

    Berikut ini kami sampaikan terkain refund dana di pesanan 378274418

    Pagi ini saya sudah menelpon halo BCA di Nomor Telepon 1500888

    Menceritakan semua tentang PEMBATALAN SEPIHAK PESANAN SAYA OLEH LAZADA DENGAN METODE PEMBAYARAN DARI BCA KLIK PAY YANG BERSUMBER DARI REKENING DEBIT SAYA.

    Pihak Halo BCA dengan CS bernama DIMAS, Menyatakan Bahwa status pembayaran melalui BCA KLIK PAY itu Sudah Berhasil

    DAN DANANYA SUDAH MASUK KE REKENING LAZADA.

    HARI INI JUGA SAYA MINTA SEGERA DI TRANSFER UANG REFUND DI PESANAN SAYA 378274418

    KE REKENING

    0701626833

    BCA ATAS NAMA SEPTO ISDI SAPUTRO

    KARENA SUDAH JELAS DANA TERSEBUT SUDAH MASUK KE REKENING LAZADA.

    KALO HARI INI TIDAK MASUK JUGA, SAYA AKAN BUAT LAPORAN KE POLISI BESOK PAGI

    BAHWA LAZADA TELAH MENIPU DENGAN MENYEBUTKAN KALAU PROSES PENGEMBALIAN DANA MENUNGGU KEBIJAKAN BANK BCA

    PADAHAL DARI BCA JELAS MENYEBUTKAN BAHWA DANA TERSEBUT SUDAH MASUK KE REKENING LAZADA.

    SEHINGGA DENGAN JELAS LAZADA DIDUGA BERUSAHA MENGGELAPKAN ATAU MENGAMBIL DANA SAYA

    TERIMAKASIH

    Regards,

    SEPTO ISDI SAPUTRO
    Staf Direktorat Umum BP3TI – Ditjen PPI
    Wisma Kodel 6th Floor
    Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B4, Jakarta Selatan

    Suka

  9. jul berkata:

    buat agan2 yang suka belanja dilazada. ane mau share pengalaman pahit yang ane alami saat belanja di lazada. tanggal 5 maret 2017 ane belanja hape j2 prime sebanyak 2 unit masing2 1 transaksi 1 unit. saat itu menggunakan fitur pembayaran cicilan kartu citibank yang ane punya. tapi setelah datang ternyata cuma 1 unit. setelah ane cek di account lazada ane. ternyata yg 1 unit di cancel dengan alasan pemakaian voucher yang tidak sesuai. buat ane fine kalo dicancel yg 1 unit. tapi yg jadi masalah saat ane terima billing may ternyata yg di tagih 2 unit. saya tanya ke lazada , awalnya cs nya klaim dananya sudah dikreditkan tgl 9 maret, memang betul. tapi saya tanyakan debet tgl 10 maret itu tagihan yg mana. tidak ada satupun dari cs nya yang mampu menjelaskan. akhirnya setelah sekian banyak cs yang gak kompeten. ada 1 cs dengan heroiknya menjamin kalo dananya akan dikembalikan pada billing berikutnya. setelah saya terima billing citibank saya bulan juni, segera saya cek pengembalian dana tersebut ternyata tidak ada.. saya komplen lagi ke cs tenyata cs heroik itu yg handle kembali dan bilang kalo dananya akan dikembalikan di billing bulan juli.lagi2 saya kena php cs lazada karena ternyata di billing tetap tidak ada pengembalian dana dari transaksi yang saya tidak pernah terima barangnya.sampe sekarang berarti sudah 4 bulan dana saya ditahan lazada dan tidak ada tanda2 pengembaliannya. saya sudah ancam mau sebar ke media atau lapor ke lembaga yang berwenang keliatannya pihak lazada melalui cs nya tidak menunjukan rasa takut karena tidak ada respon. jadi kesimpulan saya, kalo lazada bikin motto 100% jaminan kepuasan pelanggan. saran saya agan2 jangan cepat terlena.karena itu cuma tipuan belaka karena lazada tidak punya rasa takut nama baiknya hancur karena komplen pelanggan yang di blow up ke media.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s