Pria Lulusan SD Yang TV-nya Dibakar Kejari Karanganyar Ternyata Telah Divonis Bersalah Karena Memproduksi “TV Palsu”

Kejari Karanganyar Musnahkan 161 Unit Televisi Rakitan Seorang Lulusan SD

Melanjutkan pemberitaan Singindo Kejari Karanganyar Musnahkan Ratusan Unit Televisi Rakitan Seorang Lulusan SD Karena Tidak Memiliki SNI, ternyata Kusrin sebelumnya telah divonis penjara karena telah memproduksi “TV Palsu”, kenapa disebut palsu? Hal itu dikarenakan Kusrin memakai merek orang lain tanpa ijin.

Pria lulusan sekolah dasar yang sering melakukan perakitan televisi berukuran 14 serta 17 inchi di bengkelnya, dan kemudian ditangkap Kepolisian Daerah Jawa Tengah pada bulan Maret 2015 lalu.

“Kusrin diputuskan bersalah karena terbukti melanggar pasal 120 ayat 1 UU Republik Indonesia nomor 3 tahun 2014 tentang perindustrian dan dijatuhi hukuman enam bulan penjara dengan masa percobaan satu tahun serta denda sebesar Rp 2,5 juta,” ujar Kepala Kejari Karanganyar Teguh Subroto, Senin (11/1/2016) sebagaimana dilaporkan jurnalis Tribun Jateng Suharno.

Teguh mengatakan saat proses penangkapan berlangsung sebenarnya Kusrin telah mengajukan izin perakitan televisi tersebut kepada Pemerintah.

Namun sebelum proses perizinan turun, dirinya justru lebih dahulu ditangkap oleh pihak kepolisian beserta ratusan televisi yang sudah dirakit. Izin yang diajukan oleh Kusrin itu akhirnya baru turun sebelum sidang putusan dilakukan.

Lebih lanjut, pihaknya mengatakan proses pemusnahan televisi itu dilakukan dengan cara dibakar. Pembakaran dilakukan di dua tempat yakni di Kantor Kejari Karanganyar dan Tempat Pembuangan Akhir Sukosari Jumantono.

Kasi Pidanan Umum Kejari Karanganyar, Heru Prasetyo mengatakan praktik yang dilakukan oleh Kusrin itu sudah dilakukan sejak tahun 2015. Televisi dirakit Kusrin dari monitor bekas yang kemudian diberi label dan kardus layaknya televisi baru buatan pabrik.

Kajari Karanganyar, Teguh Subroto mengungkapkan kasus ini tergolong unik. Sebab Kusrin merakit televisi serta menjualnya dengan berbekal pengalaman mereparasi barang-barang elektronik.

“Modusnya dia membeli tabung dari bekas-bekas komputer yang tak terpakai. Tabung-tabung tersebut dirakit sendiri kemudian diberi merek seperti Maxreen, Zener dan Vitron,” ungkap Teguh saat ditemui, Senin (11/01/2016) sebagaimana laporan jurnalis MetroTV P. Kurniati.

Menurutnya sebelum ditangkap Kusrin telah mendistribusikan televisi buatanya di sejumah Kota seperti Solo dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan harga per unitnya antara Rp 750.000 hingga Rp 800.000, dan terpidana telah mendapat keuntungan sekitar Rp 11 juta dari usahanya ini.

Sumber: FB Farmuhan, MetroTV dan Tribun Jateng.

Top Posts:

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Hukum dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

11 Balasan ke Pria Lulusan SD Yang TV-nya Dibakar Kejari Karanganyar Ternyata Telah Divonis Bersalah Karena Memproduksi “TV Palsu”

  1. sebarkan.org berkata:

    kasihan harusnya dibina..

    Suka

  2. Ping balik: Geledah Apartemen Teman Mirna, Polisi Temukan Ini… | Sing Indo

  3. Ping balik: Ternyata Fahri Hamzah Pernah Bertemu Pimpinan Gafatar | Sing Indo

  4. Ping balik: Sssst… Nopol “JOKOW1” dan “RI1” Di Australia Ternyata Dimiliki Orang Ini | Sing Indo

  5. Ping balik: Kasus Chiropractic; Ini Dugaan Penyebab Kematian Allya | Sing Indo

  6. Ping balik: Rekaman Diduga Suara Para Saksi Kematian Wayan Mirna Salihin Beredar di Dunia Maya | Sing Indo

  7. Ping balik: KPK Tangkap Tangan Legislator PDIP Damayanti Wisnu Putranti | Sing Indo

  8. Ping balik: Gerhana Matahari Total Lintasi 11 Provinsi di Indonesia Menjadi Sorotan Dunia | Sing Indo

  9. Ping balik: Suami Angel Karamoy Angkat Bicara Terkait Foto Mesra Bareng Pasha Ungu: Teman Kok Ciuman | Sing Indo

  10. Ping balik: Ledakan Kembali Mengguncang Indonesia, Kali Ini Jakarta yang Menjadi Target | Sing Indo

  11. Ping balik: Ada Ledakan Di Depan Sarinah | Sing Indo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s