Polri Kejar Penyebar Berita Bohong Terkait Terorisme di Media Sosial

Polri Kejar Penyebar Berita Bohong Terkait Terorisme di Media Sosial

Selamat siang Mas bro dan Mbak sis…

Postingan mu harimau mu… mungkin itulah ungkapan yang pas saat ini untuk maraknya fenomena penyebaran informasi yang tidak benar alias cenderung fitnah di social media.

Pasca kejadian teror bom di Sarinah tanggal 14 Januari 2016 memang banyak muncul para pakar cocokologi yang mencocok-cocokkan hal satu dengan hal lainnya sehingga nampak benar.

Ini bahaya. Karena kalau salah malah menjadi fitnah dan polisi bisa saja menangkapnnya dengan payung UU ITE.

Sebagaimana diwartakan oleh Egi Adyatama dalam situs nasional.tempo.co yang mengabarkan bahwa Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan menegaskan akan memburu penyebar informasi bohong terkait dengan aksi terorisme di Jalan M.H. Thamrin.

Menurut Anton, informasi bohong itu banyak beredar di media sosial dan di media online. “Saat ini mulai ada yang mengatakan ledakan (di Thamrin) adalah rekayasa TNI dan Polri,” kata Anton di gedung Divisi Humas Mabes Polri, Sabtu, 16 Januari 2016.

Anton menambahkan, berita semacam ini berbahaya jika dibiarkan dan kemudian dikonsumsi anak-anak dan masyarakat yang kurang berpendidikan. Saat ini, menurut dia, tim dari Cyber Crime Mabes Polri sudah mulai turun tangan mencari penyebar informasi semacam itu. Namun terkadang yang menjadi kendala adalah pemilik akun biasanya memiliki lebih dari satu alamat e-mail.

“E-mail address itu biasanya palsu. Namun akan kami cari operator aslinya,” ujar Anton.

Semenjak terjadi serangan teror, Anton menambahkan, penyebaran jenis informasi seperti ini mengalami peningkatan. Isinya beragam, dari yang menyatakan aksi itu rekayasa hingga menyatakan aksi itu adalah pengalihan isu.

“Padahal tak mungkin rekayasa, ada korban begitu banyak,” tutur Anton.

Menurut Anton, jika terbukti menyebarkan informasi yang tak benar atau hoax, akan dilakukan penangkapan. Namun, jika konteksnya adalah hate speech, akan dilakukan pemanggilan terhadap orang itu.

“Karena ini menebar kebohongan. Sengaja ingin melawan negara,” ucap Anton.

Jantung Kota Jakarta diserang serangkaian aksi teror pada Kamis, 14 Januari 2016. Setidaknya terjadi tiga ledakan dan tembak-menembak yang mengakibatkan tujuh orang tewas di Jalan M.H. Thamrin, lima di antaranya pelaku pengeboman dan penembakan. Organisasi radikal ISIS telah mengklaim berada di balik serangan itu.

Top Posts:

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Peristiwa dan tag , , , . Tandai permalink.

15 Balasan ke Polri Kejar Penyebar Berita Bohong Terkait Terorisme di Media Sosial

  1. Ping balik: Dicurigai Ada Granat Dalam Tasnya, Seorang WN Rusia Diamankan Di Kuta Bali | Sing Indo

  2. imvalta.com berkata:

    😁😁😁😁😁
    memang masih banyak orang terkena virus cocoklogi.….selalu bikin berita hoax…dan nggak pernah di ralat…

    Suka

  3. imvalta.com berkata:

    mari sama sama kita brantas ….

    Suka

  4. yht2506 berkata:

    Lha wong beritanya ga jelas semua….

    Suka

  5. Ping balik: Segalak-galaknya AKBP Untung Sangaji Ternyata Lebih Galak Istrinya | Sing Indo

  6. Ping balik: Satu Lagi Jasad Teroris Ditolak Warga Untuk Dimakamkan Di Kampung Halaman | Sing Indo

  7. Ping balik: Panji Hilmansyah, Anak Menteri Susi Pudjiastuti Meninggal Dunia di Amerika | Sing Indo

  8. Ping balik: Krisna Murti Resmi Menikah Lagi | Sing Indo

  9. Ping balik: Ahmad Dhani Menyarankan untuk Minta Maaf ke ISIS. Netizen Berkomentar dengan Nada Pedas | Sing Indo

  10. Ping balik: Inilah Penampakan Mobil Yang Digunakan Teroris Thamrin | Sing Indo

  11. Ping balik: VIDEO: Dimyati Beli Motor Cash 18 Juta Dengan Sekarung Recehan | Sing Indo

  12. Ping balik: Keluarga Korban Tewas Teror Thamrin Diusir Pemilik Kontrakan Karena Suaminya Disangka Teroris | Sing Indo

  13. Ping balik: BREAKING NEWS: Maroef Sjamsoeddin Mengundurkan Diri Dari Freeport | Sing Indo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s