Bicara Kebencian

hi_hater

Kita menjadi heboh setelah semuanya terjadi. Opini digiring kesana kemari untuk berspekulasi terhadap sesuatu yang sumir atau sengaja dibuat sumir. Kebencian di sebar ratakan. Agama, politik dan level ekonomi menjadi sasaran empuk pupuk kebencian.

Bom Thamrin, merupakan hasil kerja kebencian. Kekerasan yang bertujuan merugikan pihak lain malah berbalik menghantam sendiri. Aib pelaku kekerasan akan kekal di ingat dan akan terus menodai kelompoknya.

Siapa dirugikan, siapa diuntungkan?

Sampai kapan praktik kotor ini diteruskan?

Bibit empuk kekerasan adalah rasa benci. Para pembenci, apapun bidang kebenciannya akan menjadi sasaran empuk para agen kekerasan. Kader- kader pembenci banyak kita temukan di berbagai media. Ceramah kebencian tiap detik digaungkan. Praktik fitnah dibiasakan memberi bumbu bagi calon agen kebencian baru. Indoktrinasi jahat meng-konstruksi pola pikir sesat.

Dalam konteks sejarah, kebencian bisa diawali dengan fanatisme sempit terhadap golongan, agama ataupun keperpihakan politis. Kepahaman yang terlalu sederhana akan suatu hal menjadikan pandangan kita terkurung oleh satu batasan saja dan berakhir eksklusif radikal. Ketika semua sepakat menolak kekerasan. Janganlah terlibat dalam argumen yang membenarkan kekerasan dan jangan pula memulai memahami bahwa kekerasan itu benar.

Jadi mengapa masih happy menjadi bagian dalam suatu kelompok haters?

Sebeda apapun kita, kita satu pertiwi. Impian berjaya skala dunia menjadi guyonan ketika kita mudah dihasut dan dimasukan dalam kotak kebencian. Gampang ditunggangi syahwat politik atau bahkan syahwat agama.

Mari mulai dari sikap tengah, imparsial, moderasi dan toleransi. Jangan berlebihan jangan fanatik sempit. Jangan ghuluw (kelewat batas), tanatthu (keminter) dan tasydid (persulit diri).

Dapatkah kebencian dihilangkan?

Top Posts:

Iklan

Tentang menoridgecamp

aka Mas Hidayat
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori dan tag , , . Tandai permalink.

15 Balasan ke Bicara Kebencian

  1. khsblog berkata:

    budayakan klarifikasi dan prejudice

    Suka

  2. utuhulese berkata:

    Haduuhh pertamax di trid perdana ust John D gagal diamankan dari pihak yang tak bertanggungjawab hehehehe

    Suka

  3. bmspaces berkata:

    sifat manusia 😀

    Suka

  4. Ping balik: Jaksa Agung Diduga Diancam Harry Tanoe, Wakil Ketua Komisi III DPR Heran | Sing Indo

  5. Ping balik: Beredar Catatan Target Bom ISIS, Bali Tetap Kondusif | Sing Indo

  6. Ping balik: Gara-gara Status FB Menyindir TNI, Anggota Polres Toraja Dihukum | Sing Indo

  7. handoyo25 berkata:

    Baik “benci” ataupun “cinta”, kalau sudah “berlebih” sama2 nggak bagus utk kesehatan 🙂

    *peace dulu ah… *

    Suka

  8. Ping balik: Inilah Transkrip Percakapan Diduga Penyidik, Saksi dan Ayah Mirna | Sing Indo

  9. Ping balik: Gembong Narkoba Freddy Budiman Diduga Telah Gabung ISIS | Sing Indo

  10. Ping balik: Buku Bacaan TK Berisi Ajaran Radikal Beredar Di Depok | Sing Indo

  11. Ping balik: Waduh, “Iron Man” Bali Ternyata Patut Diduga Hoax | Sing Indo

  12. Ping balik: VIDEO Ini Membuat Prajurit Raider Kostrad Dibanjiri Pujian Netizen Malaysia | Sing Indo

  13. Ping balik: Hai yang Dewasa Minum Susu Yuk! | Sing Indo

  14. Ping balik: Anak Anda dalam Ancaman Radikalisme di Sekolah | Sing Indo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s