Revisi UU Terorisme Dianggap Perlu… Kalau Ancaman Teror Dibiarkan, Negara Ini Akan Hancur

Revisi UU Terorisme Dianggap Perlu... Kalau Ancaman Teror Dibiarkan, Negara Ini Akan Hancur

Kejadian aksi terorisme di Jakarta beberapa waktu yang lalu membuat Pemerintah harus mencari solusi untuk mencegah aksi terorisme berikutnya. Salah satu langkah yang diambil pemerintah adalah dengan merivisi undang-undang terorisme yang ada.

Sebagaimana dilaporkan oleh Fransisco Rosarians di situs nasional.tempo.co yang mengatakan bahwa Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan dalam revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme, kepolisian dapat menangkap dan menjatuhkan pidana kepada orang-orang yang menistakan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selama ini, menurut dia, banyak orang yang dengan mudah tak mengakui Indonesia dan menggalang dukungan.

“Selama ini orang bebas mau bicara apa, karena tak ada aturannya,” kata Luhut di kantornya, Jakarta, Jumat, 22 Januari 2016. “Sekarang tidak, kami (pemerintah) akan tindak.”

Luhut mengatakan aturan turunan dari revisi undang-undang antiteror akan memaparkan secara detail bentuk-bentuk makar yang jadi acuan penegakan hukum bagi kepolisian. Bahkan, menurut dia, sekadar mengatakan mendukung Negara Islam Irak dan Suriah sudah bisa berujung bui. Aturan yang baru akan sangat menekan segala potensi ancaman keamanan dan teror.

Penanganan proses hukum secara masif dan berkelanjutan juga dilakukan pada penyebaran informasi melalui media sosial atau dunia maya. Kepolisian bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika nantinya akan mengejar seluruh pemilik situs yang isinya diduga berpotensi ancaman atau teror.

Toh, Luhut mengatakan, pemerintah tetap memberikan jaminan kebebasan berserikat, berpendapat, dan hak asasi manusia. Menurut dia, berhadapan dengan terorisme, harus ada tindakan tegas yang tak bisa melulu terhadang tuntutan HAM. Ia bahkan mengklaim, aturan baru tersebut jauh lebih ringan dibandingkan sejumlah aturan antiterorisme yang dimiliki negara lain, seperti Singapura dan Malaysia.

“Saya berani bertaruh, kalau ancaman teror dibiarkan negara ini akan hancur,” kata Luhut. “Ini negara kepulauan, pemerintah tak mau apa yang terjadi di Suriah terjadi di sini.”

Sebagai jaminan, menurut Luhut, pemerintah akan membentuk sebuah lembaga pengawas independen terhadap seluruh aksi antiterorisme. Lembaga yang berdiri seusai pengetokan revisi tersebut akan menilai penegakan hukum terhadap ancaman teror tak berlawanan dengan HAM dan demokrasi.

Diatas disebutkan bahwa penyebaran informasi melalui media sosial atau dunia maya akan diproses secara masif dan berkelanjutan. Jadi hati-hati ya Mas bro… jangan sok ikut-ikutan dukung yang gak jelas… bahaya… bisa berujung bui… jadi bijaksanalah dalam bersosial media…

Top Posts:

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Teror dan tag , , , , , . Tandai permalink.

10 Balasan ke Revisi UU Terorisme Dianggap Perlu… Kalau Ancaman Teror Dibiarkan, Negara Ini Akan Hancur

  1. Ping balik: Eks Gafatar Menolak Dipulangkan. Akankah kembali lagi? | Sing Indo

  2. Ping balik: Mantan Menbudpar Jero Wacik Dituntut 9 Tahun Penjara | Sing Indo

  3. Ping balik: Kapolri Akui Ada Mantan Anggotanya Terlibat Jaringan Radikal ISIS | Sing Indo

  4. Ping balik: Ditanya Syaikh Bin Baz Ulama Besar Wahabi, Kiyai NU Tak Bisa Menjawab Dan Hanya Tertawa | Sing Indo

  5. Ping balik: Fix! Golkar Kubu ARB Dukung Jokowi | Sing Indo

  6. Ping balik: Video Perang Melawan Narkoba | Sing Indo

  7. Ping balik: Dianggap Cerminan Sifat Gus Dur yang Berani dan Tegas, Ahok Raih Penghargaan Gus Dur Award 2016 | Sing Indo

  8. Ping balik: Ketua PBNU: Buang Saja Jenazah Teroris Ke Laut! | Sing Indo

  9. Ping balik: Dibalik Bubarnya Bukan Empat Mata | Sing Indo

  10. Ping balik: Wow, Ternyata Nabilah JKT48 Adalah Seorang Metalhead! | Sing Indo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s