Dikadalin ISIS, “Jihadis” Asal Indonesia Pulang Kampung Karena Gaji Tak Sesuai

Abdul-Hakim-Munabari-640x370

Barangkali Abdul Hakim Munabari alias Abu Imad tadinya bergelora pergi ke Suriah dengan niat berperang bareng milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Namun bukannya berada di medan tempur, dia malah menjadi tukang
masak bagi jihadis ISIS.

“Saya menjadi koki dan itu memang sesuai keahlian saya,” kata Abdul Hakim kemarin dalam keterangannya sebagai saksi untuk terdakwa Apri Mul, dalam sidang kasus terorisme di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. “Perjanjiannya memang seperti itu sebelum berangkat.”

Majelis hakim atau jaksa tidak menanyakan apakah Abdul Hakim kecewa dengan perannya itu. Selain menjadi koki, Abdul Hakim mengaku juga berdagang.

Dia bilang berada di Suriah sekitar delapan bulan. Dia menjelaskan berangkat pada 2013 bareng sembilan orang lainnya, termasuk Salim Mubarak at-Tamimi alias Abu Jandal.

“Abu Jandal datang cuma 15 hari langsung pulang. Dia kembali lagi ke Suriah pada 2014, saya pulang,” katanya.

Berdasarkan dokumen pengadilan diperoleh Albalad.co, pada 23 Maret 2014 Abu Jandal bareng 18 orang lainnya, termasuk Hilmi Muhammad al-Amudi alias Abu Rayyan (pengasuh pondok pesantren Al-Mukmin, Malang, Jawa Timur), Ahmad Junaidi alias Abu Salman alias Jun, Abdul Hakim Munabari alias Abu Imad, dan Ridwan Sungkar alias Abu Bilal alias Iwan berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Setelah sekitar setengah tahun di sana, Hilmi Muhammad al-Amudi, Ahmad Junaidi, Abdul Hakim Munabari, dan Ridwan Sungkar kembali ke Indonesia. Sepulangnya dari Suriah, Hilmi al-Amudi selama Juni hingga Desember 2014 telah memberangkatkan 39 orang ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Abu Jandal terkenal lewat rekaman video diunggah di YouTube. Dalam video itu itu, dia mengancam menyerang obyek-obyek vital dan panglima Tentara Nasional Indonesia.

Semangat jihad Ahmad Junaidi mengendur karena gaji dijanjikan tidak sesuai. Apalagi dia ditugaskan bukan di medan tempur, tapi menjaga pos pemeriksaan.

“Dia tadinya tukang bakso dengan pendapatan rata-rata Rp 2 juta sebulan. Ketika ikut ISIS cuma dapat Rp 800 ribu tiap bulan,” kata seorang peneliti ISIS.

Sumber: albalad

Top Posts:

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Teror dan tag , , , , , . Tandai permalink.

14 Balasan ke Dikadalin ISIS, “Jihadis” Asal Indonesia Pulang Kampung Karena Gaji Tak Sesuai

  1. Ping balik: Ada Bom “Low Explosive” Meledak Di Jambi | Sing Indo

  2. Ping balik: 21 Hari Berlalu, Jessica Wongso Bermanuver | Sing Indo

  3. Ping balik: Setnov Stress dan Alami Gangguan Psikologis | Sing Indo

  4. Ping balik: PDI-P Akan Usung Ahok di Pilkada 2017? | Sing Indo

  5. Ping balik: Begini Penilaian Pakar mengenai Ekspresi Wajah Jessica | Sing Indo

  6. Ping balik: 5 Permaisuri Tercantik Di Dunia | Sing Indo

  7. Ping balik: Kasus Kopi Maut, Jessica Dicekal Bepergian Ke Luar Negeri | Sing Indo

  8. Anonim berkata:

    Hahaha….dikadali????
    Sopo sing “dikadali” ????

    Suka

  9. Ping balik: Terbongkarnya Sindikat Jual Beli Ginjal | Sing Indo

  10. Ping balik: Inilah 4 Dugaan Motif Pembunuhan Mirna | Sing Indo

  11. Ping balik: Jessica Kumala Wongso Lolos Tes Lie Detector | Sing Indo

  12. rons berkata:

    Abu gosok gak ada?

    Suka

  13. Anonim berkata:

    Namanya jihad itu sanggup lepas kesenangan dunia. . .klw masih berharap bayaran materi itu namanya jilat lidah

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s