Iklan
jump to navigation

Terbongkarnya Sindikat Jual Beli Ginjal Januari 29, 2016

Posted by singindo in Kriminal.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
trackback

Terbongkarnya Sindikat Jual Beli Ginjal

Selamat siang Mas bro dan Mbak sis…

Lima bulan yang lalu Singindo sempat menulis tentang seorang ayah yang rela hidup dengan satu buah ginjal demi menyekolahkan anaknya ke jenjang perguruan tinggi.

Baca juga: Pantas Saja Bapak Ini Mau Jual Ginjal Untuk Kuliah Anaknya. Harga Satu Ginjal Rp 2.4 Miliar

Diartikel tersebut diatas diketahui bahwa harga satu ginjal di pasar gelap mencapai Rp 2,4 miliar. Tingginya harga sebuah ginjal membuat banyak orang ingin “bermain”.

Di sisi orang-orang yang terhimpit masalah ekonomi, mereka berpikir untuk mengambil jalan pintas dengan menjual organ vitalnya tersebut tanpa menghiraukan bahaya hidup dengan satu ginjal.

Sedangkan dari pihak oknum a.k.a mafia mereka menjadi makelar untuk mencari penjual dan pembeli potensial dengan mengharapkan marjin dengan transakti tersebut.

Kemarin kasus jual beli ginjal terkuak di Bandung bahkan dua stasiun televisi menayangkan berita ini di prime time.

Sebagaimana diwartakan oleh Rini Friastuti di situs news.detik.com yang menunliskan bahwa kasus penjualan ginjal di Bandung saat ini tengah diselidiki polisi. 3 orang tersangka yakni HS, AG dan DD pun telah diciduk pada tanggal 17 dan 18 Januari lalu.

Pengacara ketiga tersangka, Osner Johnson Sianipar kepada detikcom, Jumat (29/1/2016) menceritakan awal mula AG dan DD mengenal HS yang merupakan ‘pemain lama’ sindikat penjualan organ tubuh ini. Menurut Osner, AG dan DD awalnya merupakan pendonor.

“AG dan DD ini awalnya memang mereka itu pendonor, jadi mereka berdua itu saat ini hanya memiliki 1  ginjal, kalau tidak salah (AG dan DD jadi pendonor) sekitar bulan Juli 2014,” jelasnya.

Entah bagaimana, HS kemudian memberikan tawaran kepada AG untuk menjadi perekrut calon korban. Sebagai imbalannya, HS menjanjikan uang sebesar Rp 10 juta per orang.

“Awalnya AG dulu yang direkrut oleh HS. Fee Rp 10 juta ternyata mengubah perekonomian keluarganya. Melihat AG yang perekonomian keluarganya bagus, DD pun rupanya tertarik, hingga kemudian memutuskan untuk ikut menjadi perekrut,” kata Osner.

Dia mengatakan, AG dan DD memang berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, sehingga uang Rp 10 juta dianggap besar dan mampu mengubah perekonomian keluarga mereka.

“AG dan DD ini pekerjaan sehari-hari adalah buruh kasar. Karena perekonomiannya buruk, akhirnya tertarik,” kata Osner.

HS adalah pelaku utama kasus penjualan ginjal di Bandung yang baru-baru ini terkuak. Bisnis penjualan organ tubuh yang menggiurkan membuatnya meraup rupiah hingga ratusan juta.

“Biaya operasi Rp 100 juta, sementara jual beli ginjal Rp 225 juta hingga Rp 300 juta, belum termasuk biaya operasi yang ditanggung klien donor,” ujar Kasibdit III Dirtipidum Mabes Polri, Kombes Pol Umar Surya Fana, Jumat (29/1/2016).

Dari uang tersebut Rp 10 juta masing-masing diberikan kepada AG dan DD sebagai biaya perekrutan korban. Sementara Rp 90 juta diberikan kepada korban sebagai bayaran karena bersedia mendonorkan salah satu ginjalnya.

Pengacara tiga tersangka, Osner Jonhson Sianipar saat dihubungi secara terpisah juga membenarkan hitungan biaya tersebut.

“Berkisar antara Rp 20 hingga Rp 250 juta. Dikeluarkan nanti ke pendonor Rp 80 sampai Rp 90 juta, ke yang mencari donor Rp 10 juta,” jelas dia.

Bareskrim Mabes Polri mengungkap sindikat jual beli organ tubuh di Bandung, Jabar. Pengakuan tersangka kepada pengacara, operasi transplantasi ginjal itu dilakukan di salah satu rumah sakit besar di Jakarta Pusat.

“Yang jelas rumah sakit cukup besar. Rumah sakit di kawasan Jakarta Pusat, 1 pemerintah 2 rumah sakit swasta. Intinya rumah sakit cukup besar,” ucap Osner di Bareskrim Mabes Polri (28/1).

Bayangkan Bro… gede banget khan selisih antara harga ginjal yang mencapai Rp 2,4 miliar dengan uang yang diterima pendonor yang hanya berkisar antara Rp 80 sampai Rp 90 juta.

Kemana larinya?

Khan diatas sudah disebutkan kalau beberapa rumah sakit besar diduga ikut bermain… Semoga kasus ini makin terang benderang dan pihak berwajib dapat menangkap otak dibalik sindikat jual beli ginjal di Bandung.

Top Posts:

Iklan

Komentar»

1. ardiansyah - Maret 28, 2017

Maaf mn ini yg lg butuh ginjal
Sy siap jd donor ginjal
Gol drh B
Umur 31 th
status dh nikah
Almt Tangerang
di jamin sht jasmani 100 %
Gk prnh minum”alkhohol gk prnh ad dt skt

Suka

2. Anonim - Maret 29, 2017

Umur saya 22 tahun ingin menjual ginjal saya untuk biaya sekplah dan keluarga Rp 3 Milyar bisa nego
Tinggal di Aceh
Terima kasih

Suka

3. Ayu Niara - Maret 29, 2017

Saya umur 22 tahun ingin menjual ginjal saya untuk biaya sekolah dan keluarga Rp 3 Milyar
Tinggal di ACEH
terima kasih

Suka

Ayu Niara - Maret 29, 2017

Jika berminat

Suka


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: