KPK Keluarkan Larangan Dokter Terima Sponsorship Dari Perusahaan Farmasi

Dokumen Laporan Hasil Penyelidikan Diduga Milik KPK Bocor Ke Publik!

Dalam upaya mencegah terjadinya konflik kepentingan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerbitkan peraturan yang melarang dokter menerima “sponsorship” langsung dari perusahaan farmasi. KPK menilai gratifikasi yang diterima dokter dari perusahaan farmasi termasuk unik.

“Ada 126.000 dokter di Indonesia. Perusahaan farmasi menyediakan transportasi dan akomodasi bagi dokter yang mengikuti seminar ilmiah, ” kata Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan dalam konferensi pers di gedung KPK Jakarta, Selasa,(2 Februari 2016).

Pahala menegaskan, pemberian itu, dikhawatirkan akan jadi gratifikasi atau ‘conflict of interest’ saat dokter memberikan resep mengingat sponsor-sponsornya.

Dalam konferensi pers hadir juga Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan Purwadi, Direktur Eksekutif Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia, Dorodjatun Sanusi, Konsil Kedokteran Indonesia, Bambang Supriyatno, Sekretaris Utama Badan Pengawas Obat dan Makanan Reri Indriani dan Sekjen IDI Adib Khumaidi.

Pahala mengakui praktik pemberian itu sudah berjalan puluhan tahun dan sulit dilarang, karena dokter butuh kredit profesi setidaknya 250 agar tetap bisa praktek dalam waktu lima tahun.

“Kalau dibolehkan terima ‘sponsorship’ juga salah karena konflik kepentingan sangat tinggi.Jadi kami ambil jalan tengah dengan memberikan lewat institusi dan organisasi profesi,” tambah Pahala.

Menurut Pahala, dalam 5 tahun, seorang dokter harus mengumpulkan 250 kredit profesi sehingga dalam satu tahun ada 50 kredit. Dari satu seminar, dokter dapat mengumpulkan 3-5 kredit sehingga dokter minimal perlu menghadiri 10 seminar.

“Dokter yang datang ke KPK kira-kira yang dia laporkan menerima gratifikasi Rp 3 juta, jadi 1 dokter butuh Rp 30 juta untuk mendapat kredit selama setahun, ada 126.000 dokter di Indonesia dan masing-masing butuh Rp 30 juta per tahun dan silakan dikalikan 5 tahun itulah biaya yang dibutuhkan untuk ‘continuing profesional education’.

Makanya kalau ‘sponsorship’ datang dari perusahaan farmasi tidak mungkin ditolak,” jelas Pahala.

Irjen Kemenkes, Purwadi menargetkan waktu seminggu untuk merevisi Peraturan Menteri Kesehatan RI No 14 tahun 2014 tentang Pengendalian Gratifikasi di Lingkungan Kemenkes agar sesuai dengan kesepatakan tersebut.

“Apa yang disepakati hari ini ada yang sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI No 14 tahun 2014 tentang Pengendalian Gratifikasi di Lingkungan Kemenkes dan ada juga petunjuk teknisnya, saya kira seminggu setelah ini akan keluar revisinya dan penjelasan lebih lanjut, semakin cepat lebih baik,” kata Purwadi.

Sumber: segalaberita

Top Posts:

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Peristiwa dan tag . Tandai permalink.

12 Balasan ke KPK Keluarkan Larangan Dokter Terima Sponsorship Dari Perusahaan Farmasi

  1. bmspaces berkata:

    manteep mang 😀

    Suka

  2. Ferboes berkata:

    Kalo kita pake iklan gak papa ya mas

    Suka

  3. Ping balik: Ayah Mirna Anggota BIN? | Sing Indo

  4. Ping balik: Teh Hijau Mengandung Bahaya! | Sing Indo

  5. Ping balik: Video: Petani Cerdas Gunakan Traktor Remote | Sing Indo

  6. Ping balik: VIDEO: Beredar Video Masinton Minta Maaf Kepada Dita | Sing Indo

  7. Ping balik: Foto Mirna Sebulan Sebelum Tewas Diracun Beredar | Sing Indo

  8. Ping balik: Polisi Ganteng Idola Bandar Lampung Tewas Bunuh Diri | Sing Indo

  9. Ping balik: Pesona Kecantikan Gadis Dayak Membuat Banyak Pria Terpikat | Sing Indo

  10. Ping balik: Kisah Nyata Ini Bikin Netizen Nangis ‘Mrebes Mili’ | Sing Indo

  11. Ping balik: Gayus Tambunan Meninggal Dunia | Sing Indo

  12. Ping balik: Gunakan Pelat Palsu, Pemilik Porsche Cayenne Ini Diburu Kopassus | Sing Indo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s