Kalijodo Dalam Perspektif Moral

Kalijodo Dalam Perspektif Moral

Belakangan ini, nama Kalijodo kembali mencuat. Ini terjadi setelah terjadi kecelakaan fortuner maut yang disertai rencana Gubernur DKI Jakarta, Ahok untuk menutup lokalisasi tersebut.

Selama ini Kalijodo diyakini banyak pihak telah menjadi simbol rusaknya moralitas warga. Alasannya, selain termasuk dalam kategori penyelenggaraan dosa yang dilarang agama, juga diyakini sebagai wujud hegemoni kriminalitas berbasis perempuan.

Berbekal penyelamatan moral warga, dorongan untuk melakukan penutupan komplek Kalijodo ini telah lama digaungkan. Ormas dan partai berbasis agama salah satunya. Walaupun sampai saat ini Kalijodo tetap beroperasi normal.

Apa yang salah dengan Kalijodo?

Ada hal yang perlu dikemukakan disini. Yakni mengenai persoalan ‘pencegahan kemungkaran’ yang menjadi dasar kalangan agamais untuk melakukan penutupan tersebut.

Untuk sedikit membuka tabir polemik seputar Kalijodo, terutama dari aspek teori hukum. Indonesia adalah salah satu negara yang memberlakukan peraturan ‘tanpa aturan’. Secara hukum apakah prostitusi illegal atau legal, negara belum mampu menjawabnya. Peraturan yang abu abu inilah yang akhirnya menjadi basis keberadaan komplek lokalisasi tersebut. Dan ketika hukum formal tidak atau belum mengakomodir area ini, maka muncul lah hukum tandingan yang siap menghakimi praktik ini. Hukum agama dijadikan tameng penutupan dengan pasal ‘penyelamatan moral’.

Kalijodo Dalam Perspektif Moral

Ada sebuah realitas bahwa prostitusi tidak mungkin lenyap sama sekali. Sebagai salah satu profesi yang paling tua dimuka bumi. Prostitusi akan terus ada selama konsumen menjamur. Lokalisasi hanya akan berubah nama, konsep dan teknis operasi. Selebihnya mereka tetap eksis. Suka ataupun tidak, prostitusi sudah menjadi sebuah komoditi dalam kapitalisme global. Ini sudah menjadi fakta sehari-hari!

Ketika para pemangku moral atau yang merasa mempunyai otoritas untuk melakukan penutupan paksa ini, dikhawatirkan ini hanya akan menjadi solusi instan yang superfisial. Logika prostitusi harus digunakan. Bahwa pengahasilan atas nafkah telah mampu mengayomi hidup mereka juga harus dipertimbangkan.

Yang pasti pemerintah, harus ikut mengawal. Jangan sampai ada tindakan main hakim dengan memakai label agama terjadi. Walaupun berada pada area hukum abu-abu, pemerintah wajib memerikan solusi bersama.

Rasionalitas pelaku industri ini haruslah diperhatikan. Kita tidak bisa merusak begitu saja kepahaman yang sudah terlembaga tanpa adanya solusi yang saling menguntungkan.

Al dhororu la yuzalu bi al dhoror” kerusakan tidak bisa dihilangkan dengan kerusakan yang lain, begitu kira-kira.

Penyediaan lapangan kerja serta pelatihan kerja dan pemberdayaaan ekonomi saat ini masih menjadi bagian dari solusi pada proses ini. Belajar dari penutupan lokalisasi Dolly Surabaya oleh Walikota Tri Risma Harini. Gubernur Ahok bisa melakukan adopsi dan cara-cara yang serupa. Sejauh ini efektifitas aksi Walikota perempuan tersebut masih dianggap paling baik. Walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa penutupan Dolly memunculkan praktik prostitusi dengan cara lain. E-Dolly.

Moral saja, penutupan Kalijodo tanpa solusi ekonomi akan sia-sia.

Top Posts:

Iklan

Tentang menoridgecamp

aka Mas Hidayat
Pos ini dipublikasikan di Religi dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

14 Balasan ke Kalijodo Dalam Perspektif Moral

  1. gilaroda2ga berkata:

    Wah no law, lha njur kepriben?

    Suka

  2. Ping balik: Ini Video Latihan TNI Berpeluru Tajam yang Bikin Heboh Asing | singindo

  3. Ping balik: WANITA | singindo

  4. Ping balik: Ternyata Guru Honorer K2 Yang Demo Di Istana Negara Adalah Yang Gagal Tes Kompetensi | singindo

  5. Ping balik: Selfie Di Depan Korban Kecelakaan, Remaja Pria Ini Tuai Kecaman Netizen | singindo

  6. Ping balik: Meme Hoax Di Facebook Bikin Petinggi Gudang Garam Murka | singindo

  7. Ping balik: KPK Tangkap Tangan Oknum Pejabat Eselon III Mahkamah Agung | singindo

  8. Ping balik: Kronologi Lengkap Penyerangan terhadap Reonaldo Go-Jek di Kemang | singindo

  9. RevvingRuby berkata:

    di amerika saja ilegal 😀

    Suka

  10. Ping balik: Keterlaluan! Anggota DPR Selingkuhi Model Pada Saat Istri Hamil Tua | singindo

  11. Ping balik: HARI CINTA | singindo

  12. Ping balik: Keluhan Penumpang Wanita Terhadap Driver Go-Jek yang Mesum | singindo

  13. Ping balik: Mungkinkah Peh Cun Dihidupkan Lagi di Kalijodo? | singindo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s