Fenomena Masa Kini, Arab Jadi Barat, Indonesia Jadi Arab

Fenomena Masa Kini, Arab Jadi Barat, Indonesia Jadi Arab

Selamat siang Mas bro dan Mbak sis…

Bulan lalu Singindo pernah merilis artikel dengan judul “Cantiknya Putri Kerajaan Arab Saudi dengan Gaya Rambut Praktis dan Dinamis“.

Nah kali ini Singindo akan membagikan sebuah tulisan yang Singindo dapat di situs redaksiindonesia.com yang kebetulan menuliskan fenomena yang mirip artikel diatas.

Salah satu gejala, fenomena, dan pemandangan menarik, unik, sekaligus lucu dewasa ini adalah tentang perkembangan “Islam Arab” dan maraknya kaum Muslim “fans Arab” di Indonesia yang dibungkus dengan istilah atau slogan “nyunah Nabi” sementara masyarakat Arab sendiri bergerak “menuju Barat”.

Saya mengamati fenomena perkembangan perubahan ekonomi-sosial-budaya ini tidak hanya di kawasan Arab Teluk seperti Saudi, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Oman tetapi juga Yordania dan Lebanon. Globalisasi, modernisasi, teknologisasi, dan industrialisasi yang menyerbu kawasan ini sejak beberapa dekade lalu telah menimbulkan perubahan dramatis pada perilaku masyarakat dan perubahan sosial tadi.

Ada sejumlah indikator dan fakta yang bisa dipakai untuk mengukur ini. Misalnya tentang menjamurnya industri restoran makanan cepat saji ala Amrik (Pizza, McD dlsb) yang mengeruk keuntungan trilyunan rupiah setiap tahunnya seperti pernah saya sebutkan sebelumnya. “McDonaldisasi” telah mewabah di kawasan Arab dan masyarakat menyambutnya dengan riang-gembira. Tidak ada yang kampanye “boikot produk Barat” karena milik “orang-orang kapir” Kristen-Yahudi misalnya. Hanya segelintir ekstrimis sakit jiwa saja yang kadang melakukannya. Selebihnya, masyarakat Arab–tua-muda-anak, laki-laki-perempuan, bujang atau sudah berkeluarga–ramai-ramai rela mengantri “uyel-uyelan” di warung-warung fast foods ini.

Bukan hanya industri retoran fast foods saja yang mewabah, “industri kecantikan”, “industri pakaian”, “industri otomotif”, “industri telekomonikasi” dan industri-industri ala Barat lainnya juga ikut menjamur. Saya sering bilang, dalam hal berpakaian misalnya, generasi muda lebih memilih “busana ala Barat” yang lebih simpel & kasual. Kaum perempuannya juga sama. Meskipun luarnya memakai abaya, di balik abaya itu mereka mengenakan jeans, kaos, training dlsb. Bagi masyarakat Arab, abaya hanya semacam “jaket” atau “bungkus luar” saja.

Hal lain yang menarik adalah perkembangan pesat Bahasa Inggris yang pelan-pelan menggerus eksistensi Bahasa Arab yang dianggap kurang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Bahasa Inggris juga menjadi “bahasa elit” karena banyaknya industri-industri besar dan trans-nasional selain sekolah-sekolah/kampus-kampus yg meniru model Barat.

Bukan hanya itu, anak-anak & remaja juga menggemari Bahasa Inggris karena banyaknya game-game yang menggunakan “bahasa Londo” ini. Kekhawatiran tentang “teknologi membunuh Bahasa Arab” ini direspons oleh Syaikha Moza, Kepala Qatar Foundation for Education, Science, and Community Development, dengan menggalang pembentukan “Forum Renaisans Bahasa Arab”…

(Sumber: Facebook Sumanto AQ)

Keterangan foto: Putri Amira, isteri Pangeran  Al Waleed bin talal dari Arab Saudi

Top Posts:

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Peristiwa dan tag , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

25 Balasan ke Fenomena Masa Kini, Arab Jadi Barat, Indonesia Jadi Arab

  1. Mase berkata:

    Tanda tanda

    Suka

  2. utuhulese berkata:

    orang arab kebarat baratan; McD , Star#cks dll

    orang barat kecina cinaan: chinatown, makan pake sumpit dll

    orang cina keIndonesia-indonesiaan: ksh nama anak jessica sukimin, johnny samijan, mirna solikin dll

    orang Indonesia ke-arab araban: abu anu, abu itu…. malah mirip abu jahal dan abu lahab hahahaha

    Dunia memang aneh wkwkwkwkwkkwkk

    Suka

  3. mysukmana berkata:

    Ini memang bener bener terjadi bang..sedih

    Suka

  4. Ping balik: Saipul Jamil Ditangkap Polisi Atas Dugaan Pencabulan Terhadap Seorang ABG Laki-laki | singindo

  5. Ping balik: Tidak Mau Melayani Wartawan. Pasha Ungu: Saya Sekarang Sudah Pejabat, Bukan Lagi Artis | singindo

  6. Ping balik: Rio Haryanto Resmi Bergabung dengan Manor Racing, Pertama Dalam Sejarah Republik Indonesia! | singindo

  7. Ping balik: Mengenal Lebih Jauh Manor Racing. Tim F1 Yang Melambungkan Nama Rio Haryanto | singindo

  8. Ping balik: VIDEO: Gawat!! Wahabi Anggap Abu Jahal dan Abu Lahab Lebih Bertauhid Dibanding Aswaja | singindo

  9. Ping balik: Gerakan LGBT Kembali Memakan Korban. Manny Pacquiao Didepak Nike | singindo

  10. Ping balik: Lanjutan Kasus Dugaan Pencabulan, Polisi Lakukan Rekonstruksi di Rumah Saipul Jamil | singindo

  11. Selvia Deby berkata:

    Ya itulah yang terjadi di dunia kita sekarang…

    Suka

  12. Ping balik: Polisi Tangkap Penipu dengan Modus Identitas Palsu di Social Media | singindo

  13. Ping balik: Haduhhh, Selama Berumah Tangga Ternyata Saipul Jamil Tak Pernah Jamah Dewi Persik! | singindo

  14. Ping balik: Diduga Terlibat Prostitusi Bertarif 100 Juta, Pedangdut Hesty “Klepek Klepek” Diringkus Polisi Lampung | singindo

  15. Anonim berkata:

    Klo pingin maju ya sesuaikan diri lah negara maju dan pelajari teknologinya kemudian berkopetensilah dgn mreka maka hasilnya negara arab yg menyesuaikn siripn rata2 maju. Tp sedihnya masyarakat indonesia banyak yg menghujat negara maju yg akhinya cuma lari di tempat. Tong kosong kena panas mengonggong terus

    Suka

  16. apaajalah berkata:

    Makanya kuatkan iman bkn imin ya tp iman islamnya masing2 ok ;)biar ga ke bawa2 dunia londo/barat sono.

    Suka

  17. healdiabetesi berkata:

    kalau saya sih ambil yang positifnya, yang negatifnya dibuang….boleh ikut ikutan asalah ke arah yang baik…

    Suka

  18. Bakul Mainan berkata:

    waduuuuhh… lha malah yang di barat banyak yg malah cinta budaya lokal indonesia.. muter gk karuan jadinya

    Suka

  19. ascik berkata:

    nggk usah heran Allah swt telah memberitahukan di al-qur’an “ajam dan bukan ajam yg membedakanya adalah ketaqwaan nya”

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s