Tak Becus Pimpin Upacara, Pasha Eks UNGU Bikin PNS Palu Ngakak Berjamaah

Tak Becus Pimpin Upacara, Pasha Eks UNGU Bikin PNS Palu Ngakak Berjamaah

Tidak terima ditertawai Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat memimpin upacara, Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said atau yang biasa disapa Pasha Ungu marah-marah.

Pasha yang sebelumnya anak band ini tidak pernah mengikuti upacara, namun tiba-tiba diminta untuk memimpin upacara apel Hari Kesadaran Nasional yang dirangkaikan dengan upacara Kampanye Kesehatan dan Keselamatan Kerja 2016.

Upacara yang diikuti sekitar 1.500 PNS di lingkup Pemkot Palu, mulai dari balai kota, SKPD sampai pegawai kelurahan ini pun berubah menjadi bahan lelucon dan tertawaan.

Pasalnya, pria yang baru pertama kali merasakan suasana di pemerintahan itu terlihat kikuk dan kaku saat berada di antara para seniornya yang merupakan para pejabat di Pemerintahan Kota Palu.

Bahkan, sebagai pemimpin Kota Palu, Pasha tidak mengetahui seperti apa protokoler pimpinan upacara. Pasha pun harus diarahkan oleh staf protokoler untuk menerima laporan dari PNS yang menjadi inspektur upacara.

Puncaknya saat Pasha salah mengucapkan kata usai pemimpin upacara memberi laporan, bahwa upacara akan segera dimulai. Kesalahan ini kontan membuat ribuan PNS mentertawainya.

Gelak tawa para PNS kontan membuat Pasha tersinggung. Dengan gayanya, Pasha memarahi ribuan PNS yang mentertawakan kesalahannya karena merasa dirinya tidak dihormati.

Sumber: sindonews

Top Posts:

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Entertainment dan tag , , , , . Tandai permalink.

19 Balasan ke Tak Becus Pimpin Upacara, Pasha Eks UNGU Bikin PNS Palu Ngakak Berjamaah

  1. Ping balik: Sidang Perdana Kasus Salim Kancil, Terdakwa Dijerat Pasal Berlapis | singindo

  2. bejoselamet berkata:

    aslinya ketauan…hahaha

    Suka

  3. gilaroda2ga berkata:

    Melas….

    Suka

  4. Ping balik: Kezia Roslin Cikita Warouw Dinobatkan Sebagai Puteri Indonesia 2016 | singindo

  5. Ping balik: Peneliti CSIS: SBY Selalu Gunakan Jurus “Playing Victim” Dan Suka Curhat | singindo

  6. miya berkata:

    iy memang.. jangan terllu serius bos. maklum grogi panggung. pejabat ama bukan gak ada bedany. semoga kerendahan hatimu tidak luntur. tetaplah menjadi pasha yg dlu. krna tugas pejabat adalah menyelesaikan smua permasalahan rakyat.

    Suka

  7. Ping balik: Lho, Cucu Raja Arab Kok Nggak Berh###b Dan Malah Pamer Susu?!?!? | singindo

  8. Ping balik: Tahukah Anda Kalau Jessica Kumala Wongso Adalah Orang ke-6 di Dunia yang Lolos Tes Lie Detector? | singindo

  9. Ping balik: Video Dian Sastro Jogging dengan Temannya Banyak yang Gemes | singindo

  10. Ping balik: Tulisan Ustad Abu Janda al-Boliwudi Terkait Buang Konde Perlu Dibaca Nih | singindo

  11. Ping balik: PSK Kalijodo Siap Telanjang Untuk Menghadang Penggusuran | singindo

  12. Ping balik: Ini Nama 4 WNI yang Ditangkap di Singapura karena Diduga Mau Gabung ISIS | singindo

  13. Ping balik: Lho, “Cucu Raja Arab” Kok Nggak Berhijab Dan Malah Pamer Susu??? | singindo

  14. Ping balik: Bilangnya Belum Menikah, Ternyata Ovi ‘Duo Serigala’ Sudah Nikah | singindo

  15. beritanowblog berkata:

    Penyesalan memang datangnya selalu di akhir.Kalimat tersebut mungkin tepat untuk menggambarkan perasaan saudara – saudara kita yang ada di kota Palu.

    Orang yang mempunyai basic seni Musik,biasanya lihai dalam membawakan atau menyanyikan lagu.Ia pandai merangkai kata sehingga menjadi syair yang indah dan enak untuk di nyanyikan.

    “Apa motif saudara-saudara tertawa saat saya memasuki mimbar upacara!’

    Sungguh,Itu adalah lagu terburuk Pasha Ungu, saat dia tidak lagi menganggap dirinya seniman.Ia, marah ketika para PNS yang mengikuti upacara tertawa.
    Jiwa seninya Pasha ungu sudah hilang karena dibutakan pangkat dan jabatan.
    Dia tidak bisa lagi mengolah serta merangkai suasana dan tawa menjadi lebih
    sejuk dan indah.Seindah album lagu-lagu yang ia nyanyikan.
    Begitulah ketika seni di hilangkan.Seni seharusnya tidak boleh di tinggalkan
    dalam segala profesi dan aspek kehidupan.
    Karena dengan adanya seni,Kehidupan menjadi lebih berwarna dan berarti.

    Ketika manusia jauh dari seni,maka nafsu dan emosilah yang menguasai.
    Dia bisa membawa jasadnya masuk kedalam dunia politik,Tapi kenapa Ia meninggalkan seninya dalam berpolitik..Mungkin inilah sebenarnya yang dinamakan munafik.

    Padahal nama kegiatannya Apel kesadaran yang di rangkai dengan upacara.
    Tapi kenapa beliau malah hilang kesadarannya.
    As sudahlah,,mungkin karena seragam kebesarannya mengakibatkan beliau hilang kesadaran.

    Saya tidak bisa membayangkan apa jawaban Pasha Ungu,seandainya masyarakat palu balik bertanya

    “Apa motif anda menjadi wakil wali kota palu..?”

    Semoga dari kejadian tersebut,kedepannya masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih pemimpin.
    Tidak hilang kesadaran karena di nina bobokan dengan Tampang dan ketenaran.

    Akhir kata: “Apa motif saudara-saudara baca tulisan ini!!” he he he

    Salam Indonesia Raya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s