Iklan
jump to navigation

“Indonesia Damai Tanpa PKS”, Surat Gugatan Yang Dibuat Sebagai Respons Tulisan Tendensius Seorang Gubernur Yang Juga Kader Partai KS Maret 6, 2016

Posted by utuhulese in Politik.
Tags: , , , , , , , , ,
trackback

“Indonesia Damai Tanpa PKS”, Surat Gugatan Yang Dibuat Sebagai Respons Tulisan Tendensius Seorang Gubernur Yang Juga Kader Partai KS

Seorang netizen bernama Aznil ST baru baru ini menulis sebuah artikel yang sangat spektakuler di laman kompasiana miliknya. Aznil dengan berani menulis surat gugatan bertajuk “Indonesia Menggugat PKS” dimana berisi tentang surat gugatan terbukanya kepada PKS dengan tagline “Indonesia Damai Tanpa PKS”.

Aznil ST yang telah aktif menulis di kompasiana sejak 8 Mei 2014 dan telah menelurkan 58 tulisan artikel dengan total pembaca mencapai 595.184 itu tergolong kritis dan sangat moderat dalam menuangkan ide idenya.

Dalam artikel “Indonesia Menggugat PKS” Aznil menujukan tulisannya kepada Irwan Prayitno Gubernur Sumatera Barat yang juga kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan ditembuskan kepada  Sohibul Iman selaku presiden partai tersebut.

Tulisan Aznil ini sendiri merupakan reaksi dari tulisan Irwan Prayitno yang dimuat di `Harian Singgalang dan juga dimuat di website resmi harian tersebut pada akhir Februari 2016 yang lalu.

“Indonesia Damai Tanpa PKS”, Surat Gugatan Yang Dibuat Sebagai Respons Tulisan Tendensius Seorang Gubernur Yang Juga Kader Partai KS

Dalam tulisannya Irwan Prayitno menulis:

“Salah satu hal yang bisa menjawab pertanyaan tadi adalah budaya yang ada pada orang Minang ketika melihat pemimpin yang biasa disingkat 3T. T pertama adalah takah, yaitu performance, postur tubuh yang bagus, rupawan, gagah, penampilan yang menarik dan nampak berwibawa.

Orang Minang akan melihat apakah seseorang memiliki ketakahan yang memadai yang diperlihatkan dari sikap, perilaku, tampilan, cara  bicaranya di depan publik atau cara menyampaikan pikiran melalui lisan dan tulisan, serta bagaimana gaya memimpinnya. Bagaimana bahasa tubuhnya dalam berkomunikasi di depan publik.

T kedua adalah tageh yaitu tegas, berani, kuat, kokoh,  ber­pendirian dan muda. Orang Minang akan melihat apakah seorang pemimpin itu mampu menjadi tumpuan harapan rakyatnya. T ketiga adalah ‘tokoh’.  Orang Minang akan menilai apakah seorang pemimpin layak untuk menjadi tokoh bagi mereka, mampu memberikan keteladanan, layak didahulukan selangkah dan ditinggikan seranting. Ketokohannya juga diakui dalam skala yang lebih luas lagi. Keilmuannya juga sudah terbukti dan diakui, baik ilmu agama, adat, dan akademik.

Sementara Jokowi sendiri tampil di publik dengan gaya “apa adan­ya” dan “dari sononya” dengan wajah yang ndeso serta cara bicara “rakyat kebanyakan” yang ternyata digemari oleh masyarakat Indo­nesia sehingga dalam pemilihan presiden 2014 lalu meraih suara terbanyak.

Namun jika melihat 3T tadi, penampilan Jokowi rupanya kurang matching dengan budaya yang ada pada orang Minang. Sehingga mayoritas rakyat Sumbar cenderung memilih Prabowo. Figur Prabowo dianggap lebih sesuai dengan selera orang Minang.”

Aznil dengan lugas mengkritik tulisan Irwan dimaksud dengan menulis:

“Atas adanya tulisan anda yang dimuat di Koran Harian Singgalang pada tanggal 24 Februari 2016 dan juga anda posting di halaman Facebook anda dengan judul “MINANG DAN JOKOWI” dimana tulisan ini sarat dengan pembunuhan karakter kepada presiden negara ini dan mengiring opini negatif publik bahwa presiden Jokowi sosok yang tidak pantas memimpin Indonesia karena tidak memenuhi syarat 3T versi anda (Takah,Tageh, dan Tokoh). Sebuah tulisan berkepala dua dan sungguh sangat menyesatkan. Dari sini saya menilai anda masih memprovokasi masyarakat Sumbar untuk tetap anti Jokowi sebagai presiden negara ini”

Dengan berani Aznil juga mengecam keras sikap Irwan yang dinilai provokatif dan menyesatkan warga.

“Mulai detik ini, saya menggugat anda untuk menghentikan provokasi – provokasi serta segenap fitnah-fitnah dan adu domba yang menyesatkan warga. Saya tidak mau di tanah kelahiran saya dirusak cara politik kotor dan irasional seperti orang sakit jiwa. Membangun kebencian-kebencian yang akhirnya tidak lagi saling menghargai dan saling curiga. Menghasut dengan mengunakan sentimen – sentimen agama agar warga benci kepada salah satu agama. Berkampanye anti presiden Jokowi secara tidak beradat dan jauh dari ajaran agama agar orang mengutuknya. Tahukah anda ! Sebagai gubernur, semua ini hanya akan merugikan daerah anda pimpin dan bisa mengakibatkan kebuntuan dan terhalangnya kemajuan Sumbar. Merusak kejiwaan dan logika berpikir masyarakat dalam kebencian yang tidak jelas juntrungannya. Mengakibatkan masyarakat terpecah – pecah yang bisa mengakibatkan konflik horizontal pada suatu hari massa”, tulis Aznil.

Aznil menutup tulisannya dengan sikap dan pernyataan yang tegas dan jelas, sbb:

“Jangan sampai partai anda dikenal oleh bangsa Indonesia sebagai partai berbahaya yang merusak kerukunan Indonesia. Sebuah Partai yang diangap berkedok agama tetapi merusak keagungan Islam. Jangan sampai partai anda akhirnya tenggelam dan dilupakan rakyat Indonesia. Sebenarnya jika kalian komit dengan visi misi yang dicetuskan, partai PKS adalah suatu partai potensi untuk memajukan negeri pertiwi. Semoga surat gugatan saya ini anda fahami dan bijak untuk disikapi. Salam Damai Indonesia Tanpa PKS !”

Sumber inspirasi: kompasiana Aznil ST

Sumber foto: internet dan kompasiana Aznil ST

Top Posts:

Iklan

Komentar»

1. utuhulese - Maret 6, 2016

Pertamax diamankan dari pihak yang tidak bertanggungjawab 🙂

Suka

Pakdhe Atim - Maret 6, 2016

Ketangkep Spam.. 😀

Suka

sebarkan.org - Maret 6, 2016

Indonesia tuh damai klo tnpa korupsi..

Suka

2. Pakdhe Atim - Maret 6, 2016

Nyimak

Suka

3. Jika Ustadz Al Habsyi Enggan Tanggung Jawab, Pemilik Rumah Yang Diseruduk Akan Lapor Polisi | singindo - Maret 6, 2016

[…] “Indonesia Damai Tanpa PKS”, Surat Gugatan Yang Dibuat Sebagai Respons Tulisan Tendensius Seoran… […]

Suka

4. Syaikh Wahabi Keluarkan Fatwa “Nyeleneh”, Perempuan Wajib Menyusui Laki Laki Yang Bukan Muhrimnya! | singindo - Maret 6, 2016

[…] “Indonesia Damai Tanpa PKS”, Surat Gugatan Yang Dibuat Sebagai Respons Tulisan Tendensius Seoran… […]

Suka

5. Lho, “Cucu Raja Arab” Kok Nggak Berhijab Dan Malah Pamer Susu??? | singindo - Maret 6, 2016

[…] “Indonesia Damai Tanpa PKS”, Surat Gugatan Yang Dibuat Sebagai Respons Tulisan Tendensius Seoran… […]

Suka

6. VIDEO: Mufti Agung Al Azhar Ahmed Al Tayyeb Pimpin Sholat Tanpa Bersedekap, Kok? Weittsss Pahami Dulu Sebelum Berkomentar | singindo - Maret 6, 2016

[…] “Indonesia Damai Tanpa PKS”, Surat Gugatan Yang Dibuat Sebagai Respons Tulisan Tendensius Seoran… […]

Suka

7. Rhoma Irama Meninggal Dunia | singindo - Maret 6, 2016

[…] “Indonesia Damai Tanpa PKS”, Surat Gugatan Yang Dibuat Sebagai Respons Tulisan Tendensius Seoran… […]

Suka

8. karismauyy - Maret 6, 2016

Halah… Aznil sotoy

Suka

9. Mufti Wahabi Syaikh Abu Deema Al-Qassab Memfatwakan Kehalalan Sodomi, Beneran Nih??? | singindo - Maret 6, 2016

[…] “Indonesia Damai Tanpa PKS”, Surat Gugatan Yang Dibuat Sebagai Respons Tulisan Tendensius Seoran… […]

Suka

10. lamik gemini - Maret 6, 2016

ribut lagi.. lagi lagi ribut..

Suka

11. gilaroda2ga - Maret 6, 2016

Intinya kita harus mendahulukan kerukunan dan persatuan bangsa, itulh pondasi mbah2 pahlawan pejuang dalam mendirikan nkri, dimulai dari sumpah pemuda sampai proklamasi kemerdekaan, jadi klo ada orang yang ingin membuat perpecahan dan kekacauan, jelas bukan merupakan warga negara yg baik… Semua bisa menilai mana yg baik, mana yg buruk…klo mencari pemimpin cm lihat fisik doang, itu namanya diskriminasi….cmiuw…

Disukai oleh 1 orang

12. Mase - Maret 7, 2016

Setuju

Suka

13. Ditemukan Ijazah WNI Yang Diduga Gabung ISIS Dan Tewas Di Suriah | singindo - Maret 7, 2016

[…] “Indonesia Damai Tanpa PKS”, Surat Gugatan Yang Dibuat Sebagai Respons Tulisan Tendensius Seoran… […]

Suka

14. VIDEO: CCTV Rekam Aksi Begal Di Kedai Kopi Kota Makassar | singindo - Maret 7, 2016

[…] “Indonesia Damai Tanpa PKS”, Surat Gugatan Yang Dibuat Sebagai Respons Tulisan Tendensius Seoran… […]

Suka

15. Yukk Install LiteBIG, Instant Messaging Kreasi Anak Bangsa Yang Lebih Canggih Dari WA Dan Line | singindo - Maret 7, 2016

[…] “Indonesia Damai Tanpa PKS”, Surat Gugatan Yang Dibuat Sebagai Respons Tulisan Tendensius Seoran… […]

Suka

16. Hore! Gerhana Matahari Juga Terlihat di Batam | singindo - Maret 8, 2016

[…] “Indonesia Damai Tanpa PKS”, Surat Gugatan Yang Dibuat Sebagai Respons Tulisan Tendensius Seoran… […]

Suka

17. Anak Gubernur Banten Rano Karno Tabrak Taksi dan Motor di Bandara Soekarno-Hatta | singindo - Maret 9, 2016

[…] “Indonesia Damai Tanpa PKS”, Surat Gugatan Yang Dibuat Sebagai Respons Tulisan Tendensius Seoran… […]

Suka

18. Cucu Presiden Jokowi Telah Lahir… Selamat Untuk Gibran Rakabuming dan Selvi Ananda… | singindo - Maret 10, 2016

[…] “Indonesia Damai Tanpa PKS”, Surat Gugatan Yang Dibuat Sebagai Respons Tulisan Tendensius Seoran… […]

Suka

19. Dibalik Nama Jan Ethes Srinarendra… Sang Cucu Pertama Presiden Jokowi | singindo - Maret 11, 2016

[…] “Indonesia Damai Tanpa PKS”, Surat Gugatan Yang Dibuat Sebagai Respons Tulisan Tendensius Seoran… […]

Suka

20. Kumpulan Meme Lucu Rangga dan Cinta di AADC 2 | singindo - Maret 11, 2016

[…] “Indonesia Damai Tanpa PKS”, Surat Gugatan Yang Dibuat Sebagai Respons Tulisan Tendensius Seoran… […]

Suka

21. Cemburu dan Dendam Diduga Jadi Motif Jessica Racuni Mirna | singindo - Maret 11, 2016

[…] “Indonesia Damai Tanpa PKS”, Surat Gugatan Yang Dibuat Sebagai Respons Tulisan Tendensius Seoran… […]

Suka

22. Anggota DPRD Dari Partai KS Ditangkap Polisi Karena Main Judi | singindo - Maret 12, 2016

[…] “Indonesia Damai Tanpa PKS”, Surat Gugatan Yang Dibuat Sebagai Respons Tulisan Tendensius Seoran… […]

Suka


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: