Iklan
jump to navigation

[VIDEO] Bawa Bawa Nasionalisme, Video Iklan Gojek Tuai Respons Negatif April 23, 2016

Posted by utuhulese in Transportasi.
Tags: , , , , , ,
trackback

[VIDEO] Bawa Bawa Nasionalisme, Video Iklan Gojek Tuai Respons Negatif

Direktur Eksekutif Go-Jek, Nadiem Makarim, mengajak seluruh pengemudi UberMotor dan Grab untuk bergabung dengan perusahaan yang dipimpinnya. Ajakan terbuka itu disampaikan Nadiem dalam sebuah video di kanal YouTube, Go-Jek Indonesia, Kamis (21/4/2016).

“Kami baru saja meluncurkan program Kembali Ke Merah-Putih, di mana semua driver Grab dan UberMotor yang mau pindah akan langsung diterima di keluarga besar Go-Jek,” kata Nadiem.

Dalam videonya, pria lulusan Harvard Business School itu juga bersumbar soal kelebihan Go-Jek dibanding kompetitornya.

“Dengan tarif gross Rp 2.500 per kilometer, bonus harian sampai Rp 100.000, dan puluhan ribu order-an Go-Food dan Go-Mart. Kami menjadi opsi terbaik di Jakarta,” ujar pria 31 tahun itu.

Selain nama program yang menempatkan embel-embel “merah-putih”, Nadiem juga menambahkan sejumlah jargon nasionalisme dalam pesannya.

“Apa pun keputusannya, Anda sudah menjadi pahlawan jalanan di Jakarta, jangan lupakan itu. Namun, jika Anda punya keinginan membela negara, jika Anda punya semangat ’45 yang ingin berkobar, gabunglah dengan karya anak bangsa,” kata dia.

GO-JEK Dari dan Untuk Indonesia

Pada Juli 2015, Nadiem juga pernah melontarkan ajakan serupa.

“Seluruh driver GrabBike akan kita masukan secara langsung. Kalau Anda cinta Indonesia, tolong masuk ke dalam Go-Jek. Kita akan terima dengan tangan terbuka,” ujarnya, dikutip Metrotvnews.com.

Saat itu, pernyataan Nadiem disambut sentimen negatif di media sosial.

Agaknya hal serupa berulang pada Kamis (21/4). Sejumlah akun terlihat mempertanyakan jargon-jargon nasionalisme yang dipakai Go-Jek dan Nadiem.

@Ernestprakasa (336 ribu pengikut) melabeli kata “norak” atas kecenderungan Nadiem meminjam jargon-jargon nasionalisme dalam kampanyenya. Pernyataan serupa juga muncul dari beberapa akun lainnya. Berikut di antaranya.

Norak. Pake Grab-Uber aja ah. RT @kompascom: Nadiem ke “Driver” Grab-Uber, Gabung Gojek Jika Mau Bela Negara https://t.co/5ggDFKwF2W

— Ernest Prakasa (@ernestprakasa) April 21, 2016Gila, Gojek terang2an bawa nama Nasionalisme ngajakin rider Grab & Uber pindah ke Gojek https://t.co/qe0or7z0BM

— Iqbal Hariadi (@iqbalhape) April 21, 2016 Jadi kalau ngga pakai gojek ngga punya jiwa nasionalisme gitu ya ????

— Agung Agriza (@agungagriza) April 21, 2016Ini kok bawa2 nasionalisme ya??? Blunder lagi nih! Siapa sih team PR nya? Parah… *uninstal gojek* @gojekindonesia https://t.co/Vt9XeYTzbb

— Victor Kurniawan C (@victorkc128) April 21, 2016Gak ada yang ngasih tau Nadiem kalo bawa-bawa “karya anak bangsa” itu diketawain AnakTwitter™ ?

— Ian Salim (@IanSalim) April 21, 2016

Selama ini, Go-Jek tercatat menerima investasi dari dalam maupun luar negeri. Dari luar negeri ada nama macam Northstar (Singapura), dan Sequoia (Amerika Serikat).

Northstar Group menanamkan modalnya melalui anak perusahaannya, NSI Ventures. Pendiri Northstar Group Patrick Walujo, juga sepat mengonfirmasi bahwa pihaknya telah membantu Go-Jek sejak masa awal.

“Kita lihat potensi Go-Jek ke depan masih besar, makanya kita investasi,” kata Patrick, dikutip detikcom (22 Oktober 2015)

Merujuk catatan Bareksa.com, total investasi Northstar Group sekitar USD200 juta (sekitar Rp 480 miliar), yang diberikan secara bertahap selama beberapa tahun terakhir.

Adapun Sequila, merupakan salah satu investor ternama di Sillicon Valley, San Francisco, California, AS. Mereka punya pengalaman berinvestasi di sejumlah perusahaan teknologi ternama macam Apple, Oracle, WhatsApp, dan Instagram.

Agustus 2015, Daily Social menulis kemungkinan nilai investasi Sequila di Go-Jek sekitar USD20 juta (lebih dari Rp260 miliar, dengan kurs rupiah kala itu). Dengan angka itu, Sequila ditaksir memiliki sekitar 5-10 persen saham Go-Jek, dengan asumsi nilai perusahaan sekitar USD 200-400 juta (Rp 2,3 – 5,2 triliun).

Di sisi lain, Uber Motor merupakan bagian dari keluarga besar Uber, aplikasi transportasi asal AS. Sedangkan Grab merupakan perusahaan yang didirikan Anthony Tan di Malaysia. Belakangan, salah satu raksasa bisnis Indonesia, Lippo Group juga turut berinvestasi di Grab.

Sumber: beritagar

Top Posts:

Iklan

Komentar»

1. muhisan - April 25, 2016

Waduh waduh yo opo iki

Suka

2. ferdy wijaya - Desember 19, 2016

Selamat malam min. Saia dari akun uber ingin pindah ke gojek. Syarat nya apa aj ia dan bisa diwakilin oleh temen saia ga tapi pakai aplikasi uber saia ? Dan minta contact person gojek untuk saiaa dapat bertanya lebih lanjut. Makasih min

Suka

3. Yudi Aprianto - Mei 13, 2017

Iya nihhh,, pingin pindah ke Gojek
Saya dari Uber,

Suka


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: