Sunset Policy 2008 SBY VS Tax Amnesty 2016 Jokowi, Lebih Joss Mana?

Keberhasilan kebijakan tax amnesty (pengampunan pajak) yang ditetapkan pada tanggal 1 Juli 2016 dan berakhir tahap pertamanya pada 30 September 2016 menuai banyak pujian dari berbagai kalangan. Program kebijakan yang awalnya dianggap sebelah mata membuktikan bahwasanya kebijakan tax amnesty Indonesia hingga tanggal 30 September 2016 pukul 23:30 WIB merupakan yang paling berhasil di dunia dengan capaian deklarasi total sebesar 3377 (Tiga Ribu Tiga Ratus Tujuh Puluh Tujuh) Triliun Rupiah dengan rincian deklarasi dalam negeri sebesar 2527 Triliun dan luar negeri 970 Triliun Rupiah serta dana repatriasi sebesar 137 Triliun Rupiah dan dana uang tebusan berdasarkan SPH (Surat Pernyataan Harta) sebesar 90 Triliun Rupiah.

Sunset Policy 2008 SBY VS Tax Amnesty 2016 Jokowi, Lebih Joss Mana?

Total penerimaan yang masuk melalui tax amnesty fase 1 yang berakhir pada 30 September 2016 secara keseluruhan telah mencapai Rp 97,15 triliun. Uang tebusan yang masuk berdasarkan surat setoran pajak berjumlah Rp 93,73 triliun, penerimaan dari tunggakan pajak Rp 3,06 triliun, dan penerimaan dari penghentian pemeriksaan bukti permulaan Rp 354,09 miliar. Tax amnesty ini sendiri baru berakhir pada Maret 2017.

Capaian tersebut tercatat merupakan kebijakan tax amnesty paling sukses dalam sejarah peradaban manusia, setelah sebelumnya prestasi tertinggi dicapai oleh Italia pada tahun 2009 dengan realisasi deklarasi harta “hanya” sebesar 1179 Triliun.

Berikut rinciannya:

  1. Indonesia mencetak nilai deklarasi harta Rp 3.377 triliun (sampai dengan 30 September 2016 Pukul 23:30 WIB)
  2. Italia yang menjalankan tax amnesty di 2009, memperoleh realisasi deklarasi harta masih jauh di bawah Indonesia hanya Rp 1.179 triliun
  3. Chili mencatatkan nilai deklarasi harta Rp 263 triliun pada 2015
  4. Spanyol yang mencetak Rp 202 triliun lewat program tax amnesty di 2012
  5. Afrika Selatan sebesar Rp 115 triliun deklarasi harta dari tax amnesty pada 2003
  6. Australia yang mengeksekusi tax amnesty di 2014 hanya mencatatkan deklarasi harta senilai Rp 66 triliun
  7. Irlandia lewat tax amnesty di 1993 hanya mencetak Rp 26 triliun dari deklarasi harta.

Sunset Policy 2008 SBY VS Tax Amnesty 2016 Jokowi, Lebih Joss Mana?

Sementara untuk pencapaian uang tebusan tax amnesty di Indonesia sebesar Rp 81,1 triliun hingga periode 28 September 2016. Angka ini pun mengungguli negara lain yang menjalankan program serupa.

  1. Indonesia Rp 93,73 triliun (30 September 2016 Pukul 23:30 WIB)
  2. Italia dengan realisasi uang tebusan Rp 59 triliun (2009)
  3. Italia Rp 21,8 triliun (2001)
  4. Chili Rp 19,7 triliun (2015)
  5. India Rp 19,7 triliun (1997)
  6. Spanyol Rp 17,7 triliun (2012)
  7. Jerman Rp 13,3 triliun (2004)
  8. Australia Rp 7,9 triliun (2014)
  9. Belgia Rp 7,2 triliun (2006)
  10. Irlandia Rp 4,1 triliun (1993)
  11. Afrika Selatan Rp 2,3 triliun (2003).

Sunset Policy 2008 SBY VS Tax Amnesty 2016 Jokowi, Lebih Joss Mana?

Sebenarnya kebijakan perpajakan “hampir serupa” dengan tax amnesty di era Presiden Jokowi juga pernah dilakukan pada pemerintahan Presiden SBY pada tahun 2008 yang lalu. Pada saat itu tajuk kebijakannya bernama “Sunset Policy 2008”. Kebijakan tersebut ditengarai oleh banyak pihak kurang begitu berhasil sehingga perlu diperpanjang hingga 28 Februari 2009.

Sunset policy merupakan fasilitas perpajakan yang diatur berdasarkan Pasal 37A UU No. 28/2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Fasilitas ini memungkinkan wajib pajak orang pribadi atau badan membetulkan surat pemberitahuan pajak penghasilan (PPh) pada tahun pajak 2006 dan tahun sebelumnya, tanpa diberikan sanksi administrasi.

Atas laporan itu, wajib pajak tidak dikenakan denda 2% dari kewajiban per bulan dan dijamin tidak akan diperiksa karena angka yang diperbarui. Awalnya, fasilitas ini berlaku sejak 1 Januari hingga 31 Desember 2008 tapi kemudian diperpanjang hingga 28 Februari 2009.

Secara historis, sebenarnya kebijakan sunset policy dikeluarkan sebagai jawaban pemerintah atas permintaan kalangan pengusaha yang menghendaki diberikannya penghapusan sanksi perpajakan secara menyeluruh atau tax amnesty.

Artinya, pada awalnya subjek dari sunset policy ini adalah wajib pajak yang tidak patuh, yaitu yang selama ini belum memenuhi kewajiban pajaknya dengan benar agar mereka mau membetulkan SPT dengan benar.

Akan tetapi dalam pelaksanaannya, sunset policy ini kemudian dijadikan sebagai instrumen oleh Ditjen Pajak untuk memperluas dan memperkuat basis perpajakan nasional. Dan hal itu terbukti dari alasan kedua pemerintah memperpanjang pelaksanaan sunset policy itu.

Akan tetapi persoalannya, waktu 1 tahun tersebut tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh Ditjen Pajak untuk melakukan sosialisasi karena aturan pelaksanaan atas sunset policy tersebut baru dibuat di pertengahan tahun 2008.

Akibatnya, pada semester pertama 2008, sunset policy tidak dimanfaatkan.

“Ini artinya telah terjadi ketidakefisienan pengelolaan waktu,” ujar Darussalam, pakar perpajakan Tax Center Universitas Indonesia.

Sunset Policy 2008 SBY VS Tax Amnesty 2016 Jokowi, Lebih Joss Mana?

Apa sebenarnya perbedaan mendasar antara “sunset policy” era Presiden SBY dengan “tax amnesty” di era Presiden Jokowi?

Menurut Bambang Priyo Cahyono dosen pengajar mata kuliah Pengantar Ilmu Ekonomi Akademi Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI yang dihubungi redaksi Singindo beberapa waktu lalu menyampaikan perbedaan mendasar antara kedua kebijakan fiskal tersebut.

“Sunset Policy fokusnya pada penghapusan sanksi atau denda (administrasi). Iya, sanksi denda bisa dihapus namun pokok kewajiban (pajaknya) tetap harus dilunasi sesuai tarif dan ketentuan yang berlaku. Kalo TA (Tax Amnesty), secara umum (adalah) pengampunan keseluruhan pokok (kewajiban) berupa pengenaan tarif (pajak) yang lebih rendah dibanding tarif pajak dalam kondisi normal. Jadi denda ataupun pokok (kewajiban pajak) bayarnya dibawah tarif (normal). Lain dari itu (TA) juga memberikan pembebasan dari tuntutan pidana (perpajakan)”, papar Bambang di kantornya.

Hasil akhir Sunset Policy 2008 menurut Direktur Ekstensifikasi dan Intensifikasi Direktorata Jenderal Pajak Hartoyo adalah penambahan wajib pajak di tanah air.

“(Ada) tambahan NPWP sekitar 2 juta sehingga totalnya kurang lebih 12,7 juta,” ujar Hartoyo di kantornya.

Jika kita perbandingkan secara keseluruhan, meskipun ada “kemiripan” namun fokus dan tujuan Sunset Policy dengan Tax Amnesty tidaklah sama persis. Pencapaian Sunset Policy di era Presiden SBY mungkin tidak “sehebat” kebijakan Tax Amnesty di era Pak Jokowi, namun penambahan basis 2 juta wajib pajak merupakan hal yang juga perlu mendapat apresiasi khalayak.

Sumber tulisan dan foto: liputan6, bisnis.com, kompas, blog “sunset policy gagal” dan sumber online lainnya.

Top Posts:

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Ekonomi dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

13 Balasan ke Sunset Policy 2008 SBY VS Tax Amnesty 2016 Jokowi, Lebih Joss Mana?

  1. Ping balik: Menyerah, Google Akhirnya Bayar Pajak Di Indonesia | singindo

  2. Ping balik: Breaking News: Jessica Dituntut Hukuman 20 Tahun Penjara | singindo

  3. Ping balik: 5 Hal Ini Paling Disesali Oleh Seseorang Pada Detik Detik Maut Menjemput | singindo

  4. Ping balik: Biaya Pajak Chevrolet Spin Wilayah Batam di Tahun Pertama | singindo

  5. Ping balik: Alasan Membeli GoPro HERO4 Session di Tahun 2016 | singindo

  6. Ping balik: Kisah Cinta Rey Utami: Kenalan di Tinder, Hari Kedua Dikasih Mobil, Hari Ketiga Dikasih Jam Tangan Harga 4 Miliar, Hari Keempat Dilamar, Hari Ketujuh Nikah! | singindo

  7. Ping balik: Lombok – Wisata Halal | singindo

  8. Ping balik: Berlibur di Nusa Dua | singindo

  9. Ping balik: Situs KPU Kembali di Hack | singindo

  10. Ping balik: Renault Kwid Resmi Meluncur di Indonesia dengan Harga Rp117 Juta | singindo

  11. Anonim berkata:

    Selamat malam juga

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s